Angka Suara tidak Sah Tertinggi di Jatim

Faisal Abdalla    •    Kamis, 12 Jul 2018 19:33 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Angka Suara tidak Sah Tertinggi di Jatim
Rilis Bawaslu terkait Pilkada Serentak 2018 - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan, sekitar 3 juta suara tidak sah selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Suara tak sah paling banyak ada di Jawa Timur. 

"Jumlah suara tidak sah secara total, secara nasional, itu 3.098.239 suara atau 3 persen dari jumlah pengguna hak pilih yang menggunakan hak pilih dalam pilkada," kata Komisioner Bawaslu M. Afifuddin di kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018. 

Afif mengungkapkan, tiga daerah yang jumlah surat suara tidak sahnya paling tinggi, yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur. 

Di Jawa Tengah, terdapat 778.805 suara tidak sah berbanding 17.630.687 suara sah. Presentasi jumlah suara tidak sah di Jawa Tengah mencapai 4 persen. 

Di Kalimantan Timur, sebanyak 50.110 suara tidak sah berbanding jumlah suara sah sebanyak 1.133.090. Presentasi jumlah suara tidak sah di Kaltim juga mencapai 4 persen. 

"Di Jawa Timur terdapat 782.027 suara tidak sah dan 19.541.232 suara sah. Presentasi surat suara tidak sah sebesar 4 persen," beber Afif. 

(Baca juga: Gus Ipul dan Sudrajat Laporkan Temuan Kecurangan ke Prabowo)

Di sisi lain, lanjut Afif, jumlah suara tidak sah paling sedikit malah ditemukan di Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Di Maluku, terdapat 8.384 suara tidak sah berbanding 805.654 suara sah. Presentasi suara tidak sah di Maluku hanya mencapai 1 persen. 

Hal yang sama juga terjadi di Maluku Utara di mana hanya ditemukan 7.976 suara tidak sah berbanding suara sah sebanyak 554.734 suara. Presentasi suara tidak sah di Maluku Utara juga hanya sebesar 1 persen. 

Sementara di Papua, jumlah surat suara tidak sah hanya mencapai 38.954 suara berbanding 2.871.547 suara sah. Dengan demikian, presentasi suara tidak sah di Papua hanya mencapai 1 persen. 

Afif mengatakan temuan ini harus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pemilu lantaran dua daerah di Jawa justru masih banyak ditemukan surat suara tidak sah. 

"Artinya, apakah ini karena pemilihnya yang harus kita berikan informasi pendidikan pemilih, tentang bagaimana cara memilih dan lain lain. Saya kira ini menjadi perhatian kita semua," tukas dia. 
 



(REN)