Survei: Masyarakat Lebih Suka Sistem Proporsional Terbuka

Astri Novaria, Riyan Ferdianto    •    Sabtu, 18 Mar 2017 14:40 WIB
persiapan pemilu
Survei: Masyarakat Lebih Suka Sistem Proporsional Terbuka
Titi Anggraini. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menyayangkan selama ini perdebatan mengenai politik maupun isu kepemiluan hanya di level elit dan jarang melibatkan suara publik. 

Padahal, menurutnya, penting mengetahui persepsi publik mengenai isu kepemiluan dalam menyempurnakan RUU Pemilu yang tengah digodok oleh DPR RI saat ini.

"Ternyata 70 persen pemilih mengaku tidak pernah mengalami kesulitan dalam memilih calon di Pemilu DPR dan DPRD. Selama ini dasarnya kita mau mengganti (sistm pemilu) karena pemilih dianggap tidak mengerti kandidat atau kesulitan dalam memilih. Tapi, ini terbantahkan." 

"Bahkan, sebagian besar pemilih juga suka memilih calon langsung dibandingkan memilih partai yang hanya 14 persen pemilih," ujar Titi saat memaparkan survei yang dilakukannya bersama Polling Center dalam diskusi bertema "Sistem Buka-Tutup Pemilu" di Jakarta, Sabtu 18 Maret 2017.

Baca: 18 Pasal di RUU Pemilu Bermasalah

Lebih lanjut, Titi mengungkapkan, pemilih lebih senang memilih kandidat daripada partai politik. Alasannya, lebih memudahkan mengenali calon dan mempermudah menagih janji atau program kampanye.

Sementara, sambung Titi, pemilih yang lebih suka memilih partai politik beralasan karena tidak terlalu tahu kandidatnya dan percaya partai akan memilih kandidat yang benar.

"Aspirasi ini harus didengar. Mayoritas responden lebih suka sistem proporsional terbuka. Mereka mau sistem yang bisa memfasilitasi mereka dapat memilih langsung kandidatnya," kata dia.

 


(UWA)