Aksi 2/12: Luruskan Niat & Jaga Ketertiban Umum

Tri Kurniawan    •    Rabu, 30 Nov 2016 07:23 WIB
unjuk rasa
Aksi 2/12: Luruskan Niat & Jaga Ketertiban Umum
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat doa bersama di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat 18 November 2016. Antara Foto/Angga Pratama

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera menyambut baik kesepakatan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) dan Polri bahwa aksi Bela Islam III digelar di lapangan Monas. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengajak kader PKS mengikuti acara ini pada 2 Desember.

"PKS menyambut baik kesepakatan yang sudah terjadi tersebut. Mari kita berpartisipasi dan berkontribusi dalam aksi damai Bela Islam III, Jumat besok," kata Sohibul Iman, Rabu (30/11/2016).

Acara akan diisi doa bersama untuk keselamatan bangsa. Sohibul menyerukan agar umat Islam meluruskan niat, merapatkan barisan, saling tolong-menolong, dan tetap menjaga ketertiban umum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di sisi lain, PKS mengingatkan agar penegak hukum juga mengedepankan kewajiban untuk mengayomi dan melindungi keselamatan warga negara serta menjamin hak-hak konstitusinal warga dalam menyampaikan pendapat di depan publik.

Hal itu termasuk mengenai tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi damai itu terkait penegakan hukum terhadap tersangka dugaan penistaan agama Gubernur nonaktif DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

DPP PKS meminta penegak hukum bekerja secara adil dan profesional dalam memproses dan menyelesaikan perkara tersebut. "Kami mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk mengawal proses tersebut agar hukum berpihak pada kebenaran dan rasa keadilan," ujar Sohibul.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah bertemu tokoh GNPF-MUI dan tokoh Muslim. Pertemuan ini menyepakati aksi Bela Islam III yang awalnya diinginkan di gelar di Jalan Jenderal Sudirman-Jalan M.H. Thamrin, akhirnya dipindahkan ke lapangan Monas.

Aksi akan digelar mulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00 WIB. Aksi disebut tak bakal berisi orasi seperti unjuk rasa pada umumnya, tetapi diisi tausyiah ulama, zikir, serta doa dan salat Jumat.

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia mengapresiasi komunikasi Kapolri dengan tokoh GNPF dan tokoh Muslim. Menurut Direktur Eksekutif Lemkapi, apa yang dilakukan Kapolri merupakan wujud Polri sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat.

Edi mengajak masyarakat melaksanakan aksi damai, saling bantu menjaga keamanan. Sebab, menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi dan tentara, tetapi butuh partisipasi masyarakat.

Mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional ini yakin aksi Bela Islam III berjalan lancar, pesan yang disampaikan akan didengar, bila kegiatan ini menghormati aktivitas masyarakat lain. Terkait proses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, Edi meminta masyarakat percaya kepada penegak hukum.

"Kasus ini sudah ditangani polisi dan sekarang sudah sampai di Kejaksaan Agung. Masyarakat bersabar, kita kawal proses hukum yang sudah berjalan," tutur Edi. (Antara)


(TRK)