Mbah Mun Angkat Bicara Soal Konflik PPP

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 14 Jul 2017 08:47 WIB
kisruh ppp
Mbah Mun Angkat Bicara Soal Konflik PPP
Sesepuh PPP Maimun Zubair atau dikenal Mbah Mun menghadiri acara Halaqah Nasional Alim Ulama di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 13 Juli 2017. Foto: Metrotvnews.com/ Achmad Zulfikar Fazli.

Metrotvnews.com, Jakarta: Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus berlanjut. Djan Faridz dan Romahurmuziy masih saling mengklaim sebagai ketum PPP yang sah.

Menyikapi konflik tersebut, sesepuh PPP Maimun Zubair atau dikenal Mbah Mun menilai kunci permasalahan ini ada pada pemimpin masing-masing kubu. Bila mereka akur, ia yakin dualisme akan berakhir.

"Saya yakin kalau semua pemimpinnya itu baik. Sampai bawah baik semua. Jadi pimpinan kalau semuanya sudah akur, sampai di bawah akur semua," kata Mbah Mun usai acara Halaqah Nasional Alim Ulama di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.

Saat ditanya soal kemungkinan adanya islah dari dua kepengurusan PPP, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang itu menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.

"Ya itu hanya Tuhan yang maha tahu (islah atau tidak)," ungkap Mbah Mun.

PPP kini memiliki dua kepengurusan, yakni pengurus hasil Muktamar Jakarta yang dipimpin Djan Faridz dan Muktamar Pondok Gede yang dipimpin Romahurmuziy.

Konflik ini sempat meruncing ketika pemerintah mengesahkan SK kepengurusan PPP kubu Romahurmuziy hasil Muktamar Surabaya. Kemudian, kubu Djan Faridz melayangkan gugatan dan menang.

Singkat cerita, pemerintah mencabut kembali SK tersebut. Dengan harapan kedua pengurus ini bisa islah dan bersatu.

Kemudian, partai berlambang Kakbah itu melakukan Muktamar Islah di Pondok Gede. Muktamar itu menghasilkan Romahurmuziy sebagai Ketum PPP. Namun, kubu Djan tak mengakui muktamar itu.

Djan bersikeras mengaku sebagai Ketum PPP dengan berpegangan pada putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA). Terbaru, kubu Romahurmuziy memenangkan gugatan perdata di MA atas sengketa di tubuh partai itu. Putusan itu tertuang dalam Putusan Peninjauan Kembali (PK) No. 79 PK/Pdt.Sus-Parpol/2016.

Romahurmiziy mengklaim keputusan itu telah menganulir putusan kasasi di MA, pada 2 November 2015, yang memenangkan kubu Djan.


(DEN)