Presiden Disarankan Terbitkan Keppres untuk Bubarkan HTI

Damar Iradat    •    Rabu, 17 May 2017 18:58 WIB
pembubaran hti
Presiden Disarankan Terbitkan Keppres untuk Bubarkan HTI
Jimly Asshiddiqie. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo disarankan mengeluarkan keputusan presiden (keppres) buat membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Keppres itu penting untuk menunjukkan ketegasan pemerintah.
 
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan, keppres bisa digunakan untuk membubarkan HTI, namun pemerintah harus memberi ruang kepada HTI untuk mengajukan keberatan ke pengadilan.
 
"Dibuat keputusan dulu dengan Keppres, dibubarkan, dengan tetap memberikan hak mengajukan keberatan ke pengadilan. Keppres itu berlaku mengikat hari ini juga. Biar tidak kontroversial," kata Jimly di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 17 Mei 2017.
 
Jimly menjelaskan, HTI akan menggugat di pengadilan, jika HTI menang maka statusnya dapat dipulihkan. Namun, proses hukum tersebut harus sampai Mahkamah Agung. Kalau pengadilan memenangkan Keppres, maka HTI tetap bubar.  "Sebelum putusan pengadilan mengikat, Keppres harus dilaksanakan," ujarnya.
 
Sebelumnya, pemerintah menyiapkan opsi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membubarkan HTI. Langkah ini diambil lantaran proses hukum untuk membubarkan HTI cukup lama.
 
Namun, menurut Jimly, pemerintah tak perlu menerbitkan Perppu untuk membubarkan HTI. Langkah tersebut dinilai tidak tepat.
 
"Bukan Perppu. Perppu itu bikin undang-undang. Undang-undang itu dibuat untuk ketentuan yang berlaku umum bukan untuk satu kasus. Engga tepat," tandasnya.
 


(FZN)