Draf RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan Telah Rampung

Antara    •    Jumat, 15 Sep 2017 10:51 WIB
ruu madrasah dan ponpes
Draf RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan Telah Rampung
Ketua FPKB DPR Ida Fauziyah (kedua dari kanan)--MI/MOHAMAD IRFAN

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyusunan naskah akademik dan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren telah selesai. DPR segera membahas Rancangan Undang-Undang Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren (LPKP).

"Setelah melalui kajian yang panjang dan mendalam, saat ini kami telah menyelesaikan naskah akademik dan draft RUU ini," kata Ketua Fraksi PKB DPR Ida Fauziyah melalui pesan elektronik, Jumat 15 September 2017.

RUU LPKP tersebut saat ini sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2017, dan segera masuk dalam tahapan di Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Baca: Arsul Sani Klaim RUU Madrasah & Ponpes Ide PPP

Dalam menyusun naskah akademis dan draf RUU, Fraksi PKB membentuk tim penyusun. Selain itu PKB juga melakukan berbagai diskusi publik untuk menyerap aspirasi dan kajian mendalam.

"Tim juga turun ke daerah untuk menyerap aspirasi dari konstituen, khususnya kalangan pelaku pendidikan madrasah dan pondok pesantren," ucap Ida.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PKB DPR Cucun A. Syamsurijal mengatakan hasil lobi dengan fraksi-fraksi lain di DPR disambut positif.

Menurut Cucun pembentukan legislasi yang mengatur pendidikan keagamaan dan pondok pesantren ini sangat strategis. Karena pendidikan keagamaan dan pondok pesantren sangat penting dalam upaya penguatan pendidikan karakter dan nasionalisme.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyayangkan banyaknya lembaga pendidikan Islam di Indonesia belum berperan secara maksimal untuk menggerakkan perekonomian bangsa.

"Selalu saya katakan apa beda museum dan universitas. Museum menampilkan masa lalu, universitas menggerakkan masa depan. Jangan karena universitas ini memakai nama Ibnu Chaldun berarti hebat, itu kebanggaan masa lalu. Yang perlu kita lakukan adalah jalan lurus ke masa depan," kata Kalla saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta Timur, Rabu 23 Agustus 2017.

Oleh karena itu, Kalla mengimbau mahasiswa Ibnu Chaldun mempelajari ilmu bisnis kewirausahaan, selain tentang ilmu-ilmu keislaman.


(YDH)