Fahri Samakan Kasus Novanto dengan Jenderal Budi Gunawan

Husen Miftahudin    •    Selasa, 18 Jul 2017 09:09 WIB
korupsi e-ktp
Fahri Samakan Kasus Novanto dengan Jenderal Budi Gunawan
Fahri Hamzah. Foto: MI/Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ditetapkannya Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) dinilai mirip dengan kasus yang menjerat Jenderal Budi Gunawan. KPK menetapkan keduanya sebagai tersangka hanya berdasarkan keterangan di persidangan.
 
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, penetapan tersangka Novanto tidak menonjolkan dua alat bukti sebagai syarat minimal penetapan tersangka.
 
"Kadang saya bertanya dengan pak Novanto, apakah ada bukti baru? Kemudian dikatakan tidak ada sesuatu yang baru, hanya pada pernyataan-pernyataan dari hasil persidangan yang sifatnya peristiwa pertemuan-pertemuan," kata Fahri di Jakarta, Senin 17 Juli 2017.
 
Fahri menduga penetapan tersangka Novanto sama dengan Budi Gunawan pada 2015. Pada akhirnya, penetapan tersangka calon kapolri itu dibatalkan pengadilan.
 
"Karena beritanya sudah ramai kemana-mana, Budi Gunawan rekening gendut, begitu kan. Alat bukti enggak ada, lalu dengan megang selembar kertas diumumkan (penetapan tersangkanya)," paparnya.
 
Langkah KPK, menurut Fahri, karena adanya desakan publik. Sebab sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan bahwa penanganan kasus KTP elektronik tidak akan mengecewakan rakyat.
 
"Kita prihatin karena ini menjadi sesuatu yang mendadak di waktu malam. Dan keprihatinan kita ini justru pada kinerja KPK," katanya.
 
Fahri mengungkapkan, hari ini pimpinan DPR termasuk Novanto akan mengadakan rapat pimpinan. Rapim membahas penetapan tersangka Setya Novanto dengan melihat pada ketentuan-ketentuan UU MD3 dan Tata Tertib.
 
"Yang penting fungsi dewan tidak boleh berhenti karena kepemimpinan DPR kolektif kolegial sehingga jangan sampai satu fungsi terganggu," ujar Fahri.


(FZN)

Yosef Sumartono Mengaku Tak Mengenal Setya Novanto

Yosef Sumartono Mengaku Tak Mengenal Setya Novanto

16 minutes Ago

KPK memeriksa Mantan Staf Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dal…

BERITA LAINNYA