Jokowi Tekankan Toleransi Penting dalam Kontestasi

Muhammad Al Hasan    •    Senin, 10 Dec 2018 05:00 WIB
toleransi beragama
Jokowi Tekankan Toleransi Penting dalam Kontestasi
Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara/Wahyu Putro A).

Jakarta: Presiden Joko Widodo menekankan menumbuhkan budaya toleransi sangat penting. Toleransi dinilai dapat menghindari gejolak dalam suasana kontestasi.

"Harus diingat kontestasi kata tanpa toleransi akan memicu perang kata yang penuh ujaran kebencian, saling menghujat, saling memfitnah seperti yang sering kita lihat akhir-akhir ini," kata Jokowi dalam sambutannya saat acara penyerahan Strategi Kebudayaan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Minggu, 9 Desember 2018.

Kontestasi tersebut bukan hanya dalam konteks pemilu. Dia mencontohkan kontestasi pada diri sendiri tanpa toleransi akan memicu kecemburuan dan kebencian. Kemudian, kontestasi ekonomi tanpa toleransi dipastikan akan memperlebar ketimpangan. 

"Kontestasi politik tanpa toleransi pun akan menghalalkan segala cara untuk kemenangan. Itu juga hal yang harus dihindari," kata Jokowi.

Baca: Pendidikan Toleransi Jadi Tantangan

Menurut dia, ketersediaan panggung ekspresi saja tidak cukup. Namun harus ada panggung interaksi yang bertoleransi. 

"Kita butuhkan panggung toleransi dalam berinteraksi," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 

Jokowi menilai panggung interaksi yang diwarnai jiwa toleransi pasti bervariasi dan tidak inklusif. Layaknya sebuah smart city yang menyediakan ruang publik, ruang ekspresi dan kebebasan mimbar panggung toleransi dalam bentuk yang beragam.

"Bisa juga berupa lembaga keagamaan dan pendidikan. Bisa juga media massa dan elektronik dan masih banyak lagi," ujar dia.
 
Dia memastikan negara akan hadir dan mendukung segala bentuk ekspresi panggung toleransi. Namun, sebesar apa pun dukungan pemerintah, tak akan berarti masyarakat dan pemerintah daerah tak ikut menumbuhkan sikap toleransi.

"Ruang yang dibutuhkan bukan hanya ruang yang ada di diri kita tapi juga di dalam tubuh dan dalam pikiran kita. Ini penting sekali. Membutuhkan ruang dalam tindakan kita untuk membuka diri dan mengembangkan diri'' pungkas dia.




(AZF)