Jokowi Ingin Susi Fokus ke Industri Pengolahan Ikan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 10 Jan 2018 19:16 WIB
penenggelaman kapal
Jokowi Ingin Susi Fokus ke Industri Pengolahan Ikan
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. ANT/Dewi Fajriani.

Jakarta: Presiden Joko Widodo ingin Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tak hanya fokus menenggelamkan kapal pencuri ikan. Jokowi ingin Susi fokus mengurus industri pengolahan ikan.

"Saya sampaikan ke Bu Susi, Bu sekarang konsentrasinya ke industri pengolahan ikan. Terutama yang mendorong untuk ekspor, ikan untuk ekspor. Karena ekspor kita turun. Itu saja," kata Jokowi di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu 10 Januari 2018. 

Ia mengakui kebijakan penenggelaman kapal sebagai bentuk penindakkan hukum Indonesia yang tidak main-main terhadap pencurian ikan. Karena itu, menurut dia, kebijakan itu sangat tepat untuk menimbulkan efek jera.

Tapi, Jokowi tak mau Susi hanya menenggelamkan kapal. Karena, ekspor ikan dari Indonesia mulai menurun.

Ia pun tak mau ikut dalam polemik antara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Susi soal penenggelaman kapal ini. Luhut meminta Susi tak lagi menenggelamkan kapal.

Alasannya, untuk menumbuhkan kepercayaan investor. Luhut pun memandang akan lebih bermanfaat jika kapal-kapal itu diberikan ke nelayan untuk dimanfaatkan.

Namun, Susi keberatan. Di sejumlah media sosial dia menerangkan jika penenggelaman kapal sudah diatur secara rinci di UU Perikanan.

Selama tiga tahun terakhir, pemerintah telah menenggelamkan 350 kapal asing. Kapal yang paling banyak ditenggelamkan adalah kapal berbendera Cina, yakni sebanyak 114 kapal.

Jokowi berpandangan setiap kebijakan yang diambil para menteri semata untuk kebaikan rakyat. Ia pun mendukung kebijakan apapun yang bertujuan demi kebaikan bersama.

"Semua kebijakan itu pasti untuk kebaikan negara. Pasti untuk kebaikan rakyat. Tiap menteri pasti memiliki kebijakan dan kebijakan itu untuk kebaikan. Enggak ada yang untuk kejelekkan enggak ada. Semua saya dukung," kata Jokowi.



(DRI)