Anang Apresiasi Janji Polri Bongkar Mafia HAKI

Surya Perkasa    •    Selasa, 18 Oct 2016 18:38 WIB
hukumpembajakan musik
Anang Apresiasi Janji Polri Bongkar Mafia HAKI
Anggota Komisi X DPR F-PAN Anang Hermansyah - Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembajakan Hak atas Kekayaan Intelektual di nusantara sudah menjadi momok tersendiri. Bahkan pembajakan HAKI, terutama musik, ditengarai melibatkan jaringan aksi kejahatan yang kerap disebut sebagai mafia.  

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Anang Hermansyah, mengapresiasi upaya Kepolisian RI (Polri) untuk aktif memberantas mafia HAKI ini. Terutama pemain yang bergerak di pembajakan fisik.

Ia menjelaskan, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian berjanji untuk mengatasi kejahatan mafia HAKI dalam pertemuan dengan sejumlah musisi dan perwakilan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) di Mabes Polri hari Selasa pagi. Tampak gitaris grup band Slank, Abdee Negara, turut menghadiri pertemuan tersebut.
 
“Kapolri ungkap komitmen untuk segera membongkar pemain-pemain besar di pembajakan fisik ini sekitar 9-12 pemain," ujar Anang dalam keterangan tertulis, Selasa (18/10/2016).
 


Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian (tengah) usai bertemu dengan anggota DPR Komisi X F-PAN Anang Hermansyah, musisi Abdee Negara dan perwakilan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) di Mabes Polri hari Selasa pagi (18/10/2016) - Istimewa

Ia menambahkan, pihak kepolisian menyiapkan sejumlah rencana terkait dengan penegakan UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Termasuk berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait masalah HAKI ini.
 
Antara lain, Polri akan segera membahas regulasi dan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika menyangkut perlindungan karya seniman musik dalam koridor pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini dipandang perlu mengingat digitalisasi dan potensi penyalahgunaannya amat besar merasuki berbagai sektor.
 
Adapun soal hak pertunjukan (perfoming right) yang dilakukan di rumah karaoke, hotel, restoran dan sejenisnya, Polri akan segera bertemu dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk membuat keputusan bersama.
 
Anang berharap Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian segera memberantas mafia pembajakan dan mafia pelanggar hak cipta. “karena para pelaku besar pembajakan sudah diketahui  oleh Bareskrim. Kami tunggu saja gebrakan Kapolri,” kata Anang kepada metrotvnews.com.

Pembajakan HAKI ini memang menjadi momok di Indonesia sejak lama. Tidak hanya musik, pembajakan film dan karya intelektual lain sangat sulit diberantas karena Polri dulu hanya bisa bertindak setelah ada aduan.
 
Baca: Kapolri: Pembajakan Akan Ditangani Setelah Ada Laporan
 
Namun dengan dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif, HAKI menjadi salah satu perhatian pemerintah. Barekraf pun sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Pembajakan.
 
Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) memaparkan, pada tahun 2013 kerugian akibat pembajakan musik rekaman mencapai Rp4 triliun per tahun.
 
Ini sejalan dengan data Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) bahwa sejak 2007, musik bajakan telah menguasai 95,7 persen pasar. Sementara, musik legal penjualannya hanya 4,3 persen di Indonesia.
  
Baca penelusuran metrotvnews.com soal nasib musik di:
Geliat Musik di Lahan Tak Bertuan
Gelap Samar Terang Musik di Era Digital

 
 


(ADM)

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

3 hours Ago

Jakarta: Terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2013 Andi Narogong memba…

BERITA LAINNYA