Survei CSIS: Elektabilitas Jokowi Melenting

Dheri Agriesta    •    Selasa, 12 Sep 2017 15:25 WIB
survei
Survei CSIS: Elektabilitas Jokowi Melenting
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Antara/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis survei kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Elektabilitas Jokowi pun disebut mengalami kenaikan dari tahun lalu.

Peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Arya Fernandes mengatakan, elektabilitas Jokowi mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2015, elektabilitas Jokowi sekitar 36,1 persen.

"Kenaikan fantastis terjadi pada 2016. Dari 41,9 persen kini menjadi 50,9 persen," kata Arya di Kantor CSIS, Jalan Tanah Abang 3, Jakarta Pusat, Selasa 12 September 2017.

Rival Jokowi, Prabowo Subianto, tak memiliki kenaikan berarti. Pada 2015, elektabilitas Prabowo berada di angka 28 persen. Angka ini kemudian turun pada 2016 menjadi 24,3 persen. Pada 2017, Prabowo harus puas dengan angka 25,8 persen.

Ada banyak pilihan nama yang dimunculkan CSIS untuk menjadi calon presiden. Namun, tujuh nama lainnya mendapatkan dukungan tak lebih dari lima persen.

"Agus Harimurti Yudhoyono mendapatkan 2,8 persen dan Jenderal Gatot Nurmantyo mendapatkan 1,8 persen, ini dua nama baru yang kita uji," jelas Arya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif CSIS Philips J. Vermonte mengatakan masyarakat puas dengan kinerja pemerintah terutama di sektor pembangunan. Pembangunan infrastruktur sangat diapresiasi masyarakat.

Baca: Survei: Jokowi Berpotensi 2 Periode, Agus Masuk 5 Besar

Philips sadar, tak banyak perubahan dari sektor ekonomi. Masyarakat masih mengeluhkan tingginya harga sembako dan kurangnya lapangan kerja. Masyarakat juga mengaku tak ada perubahan ekonomi keluarga mereka dibandingkan lima tahun lalu. Tapi, upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah membekas buat masyarakat.

"Tingkat dukungan masih tinggi, ini ada sebuah level trust yang belum berubah terhadap pemerintahan pak Jokowi-JK," kata Philips.

Philips menegaskan, kepercayaan merupakan modal utama dalam politik. Meski menganggap ekonomi tak berubah, kepercayaan masyarakat masih tinggi.

"Ini modal, walaupun seorang petahana lebih aman jika elektabilitasnya lebih tinggi lagi. Tapi ini kan baru tahun ketiga, calon masih banyak belum definitif, jadi suara masih tersebar," jelas Philips.

Survei dilakukan pada 23 hingga 30 Agustus 2017 dengan menggunakan teknik sampel, Survei melibatkan 1.000 responden yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi. Populasi yang menjadi responden merupakan warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih atau telah berusia 17 tahun saat survei dilakukan. Margin of error survei ini sekitar 3,1 persen.




(UWA)

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

2 hours Ago

KPK optimis memenangkan gugatan praperadilan tersangka korupsi ktp-el Setya Novanto. KPK akan m…

BERITA LAINNYA