Kinerja Bukan Satu-satunya Pertimbangan Reshuffle

Nur Aivanni, christian dior simbolon    •    Senin, 21 Aug 2017 11:00 WIB
reshuffle kabinet
Kinerja Bukan Satu-satunya Pertimbangan <i>Reshuffle</i>
Ilustrasi--Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu perombakan kabinet atau reshuffle telah berhembus sejak beberapa pekan lalu. Namun, belum ada kepastian dari Presiden Joko Widodo apakah reshuffle dilakukan atau tidak.

Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari meyakini reshuffle bakal dilakukan Jokowi. Pasalnya, Presiden belum sepenuhnya puas dengan kinerja para menteri. "Dalam beberapa pernyataan, ada beberapa menteri yang sering kena sentil Presiden," kata Qodari saat dihubungi Media Indonesia, Minggu 20 Agustus 2017.

Dia mengatakan, kinerja menteri bukan satu-satunya ukuran untuk me-reshuffle. Sikap parpol yang menjadi pertimbangan, apakah menteri tersebut akan dicopot atau tidak. "Konsistensi partai politik pendukung pemerintah juga variabel yang menentukan ada atau tidaknya reshuffle," ucapnya.

Belakangan, kondisi koalisi parpol pendukung pemerintah memanas. Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya, kerap berseberangan dengan pemerintah dalam sejumlah isu. Misal terkait Perppu Ormas dan UU Pemilu. "Tidak perlu disebutkan siapa parpolnya, tapi yang jelas dinamika politik juga jadi pertimbangan Presiden," imbuhnya.

Baca: Ketum PAN Enggan Menanggapi Amien soal Penarikan Menteri

Lebih jauh, Qodari mengatakan, sulit memastikan menteri mana yang bakal ditendang dari Kabinet Kerja jika diukur dari kinerja. Pasalnya, persoalan yang dihadapi tiap kementerian beragam. Solusi tiap menteri juga berbeda untuk menyelesaikan persoalan.

Namun, dia meyakini, sejumlah menteri bakal aman posisinya jika reshuffle jadi dilakukan. "Menhub bisa dibilang aman kalau melihat proses mudik kemarin yang lancar. Atau Menteri PU yang kinerja cepat. Sedangkan yang lain, lihat saja, mana yang gaduh, mana yang sering dikritik Presiden atau bermasalah portofolionya," tandasnya.

Sementara itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto berharap Presiden Joko Widodo memberikan kepastian soal isu reshuffle. Sebab, isu ini mengganggu psikologi politikus.

"Terutama menteri-menteri yang diisukan. Sebaiknya memang jika mau dilakukan reshuffle, presiden tidak terlalu lama mengambangkannya," kata Gun Gun saat dihubungi Media Indonesia, Minggu 20 Agustus 2017.

Kalaupun tidak akan melakukan reshuffle, sambungnya, Jokowi harus menyampaikannya kepada publik bahwa hingga akhir tahun ini tidak ada reshuffle. Dengan begitu, konstelasi politik akan lebih kondusif.

Gun Gun menjelaskan bahwa ada dua alasan presiden melakukan perombakan kabinet. Pertama, alasan yang objektif, yakni berbasis kinerja. Kedua, alasan politis.

Gun Gun menilai lamanya Jokowi mengambangkan isu reshuffle karena alasan kedua. "Kalau politis menyangkut peta kongsi. Ini yang mungkin Pak Jokowi juga kerap kali mempertimbangkan secara hati-hati," tandasnya.


(YDH)

KPK Beberkan Proses Penetapan Tersangka Setya Novanto

KPK Beberkan Proses Penetapan Tersangka Setya Novanto

2 hours Ago

KPK meyakinkan, semua proses hukum sudah sesuai aturan berdasarkan alat bukti permulaan yang cu…

BERITA LAINNYA