Uskup Agung Jakarta: Pembongkaran Menara Masjid Tindakan Kriminal

M Sholahadhin Azhar    •    Minggu, 01 Apr 2018 22:43 WIB
papuatoleransi beragama
Uskup Agung Jakarta: Pembongkaran Menara Masjid Tindakan Kriminal
Ilustrasi. Sebuah Gereja dan Mesjid berdiri berdampingan di Jalan Kali Pasir, Cikini, Jakarta Pusat. ( MI/ATET DWI PRAMADIA)

Jakarta: Uskup Agung Jakarta Ignasius Suharyo angkat bicara soal polemik pembangunan Masjid Al-Aqsha di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Menurutnya tuntutan pembongkaran menara masjid tersebut tak dibenarkan dan merupakan tindakan kriminal.

"Secara objektif itu adalah sebuah kriminal pasti ya. Di balik itu, ada apa ya, semoga polisi bisa menemukan. Tapi, jelas merusak bangunan orang lain apapun itu, itu kriminal," kata Suharyo di Gereja Katedral Jakarta Pusat, Minggu, 1 April 2018.

Baca juga: Pembangunan Masjid hingga Busana Keagamaan Dipersoalkan di Jayapura

Selain itu, jika benar dibongkar ia menganggap hal itu tak patut, sebab Indonesia tengah susah payah merawat kebhinekaan dan persatuan. Dirinya berpendapat peristiwa itu berpotensi memperkeruh suasana.

"Mestinya kan orang tidak membuat hal-hal yang bodoh seperti itu ya. Jadi bagi saya itu bodoh, dan kriminal," kata Suharyo.

Ia mengimbau semua pihak di sana menyelesaikan masalah dengan bijak. Jika pembangunan masjid dan menaranya melanggar aturan, maka seharusnya diserahkan ke pihak berwenang, bukan dengan membongkar menara.

"Kita hidup berdasarkan konstitusi saja, tidak terseret ke arus-arus yang enggak jelas itu, belum nanti kalau ada yang memanas-manasi, aduh mengerikan," tandas Suharyo.

Seperti diketahui, Persekutuan Gereja-Gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menginginkan menara Masjid Al-Aqsha di Sentani dibongkar. Alasannya karena menara Masjid lebih tinggi dari gereja-gereja yang ada di sana.

Baca juga: ?MUI Papua Minta Semua Umat Beragama Saling Menghormati



(SCI)