SBY Disarankan Gunakan Data saat Umbar Imbauan

Ilham wibowo    •    Kamis, 19 Apr 2018 16:55 WIB
pilpres 2019pemilu serentak 2019
SBY Disarankan Gunakan Data saat Umbar Imbauan
Mahfud MD/Medcom.id/Ilham Wibowo

Jakarta: Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY) disarankan melengkapi data saat mengumbar imbauan di media sosial. Kesalahan persepsi dinilai bisa menimbulkan  kecurigaan.

"Sebagai imbauan boleh saja lah bicara begitu untuk kehati-hatian. Tetapi sebuah imbauan harus berdasar pada data awal yang bisa dikembangkan," tegas Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD ditemui usai diskusi Para Syndicate di Jakarta Selatan, Kamis, 19 April 2018.

SBY sempat berkicau di Twitter, @SBYudhoyono, Selasa, 17 April 2018. Ia menyoroti netralitas TNI-Polri pada Pemilu 2019. Ia juga meminta kampanye hitam dan pembunuhan karakter tidak semakin meraja lela jelang pesta demokrasi, termasuk soal berita bohong dan ujaran kebencian.

Ketua Umum Partai Demokrat itu juga menyampaikan imbauan lain terkait ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Penegak hukum diharapkan tak 'kesusupan' agen-agen politik. Intelijen juga diharapkan tak menjadi alat politik.

Mahfud menyayangkan kicauan SBY, meski tak may berburuk sangka. Padahal, argumen tokoh nasional yang dilengkapi data akurat bisa menjadi kajian yang baik bagi masyarakat.

"Kalau hanya begitu (tak ada data) bisa jadi gosip, mungkin Pak SBY punya data awal karena dia mantan presiden, pasti jaringannya ke intelijen masih kuat," ucap Mantan Menteri Pertahanan tersebut.

Pandangan yang disampaikan lewat media sosial menjadi lumrah dilakukan. Namun, Mahfud menyarankan SBY menyajikan pendukung argumentasi valid.

"Silakan saja kalau ada data awal. Dibuka saja," kata Mahfud.


(OJE)