Berapa pun Presidential Threshold, PKS Siap

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 16 Jun 2017 15:12 WIB
revisi uu pemilu
Berapa pun <i>Presidential Threshold</i>, PKS Siap
Antara Foto/Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembahasan isu presidential threshold di panitia khusus revisi Undang-Undang Pemilu cukup alot. Ada partai yang mengusulkan presidential threshold 20%, ada juga yang mendesak 0%. Tapi bagi Partai Keadilan Sejahtera, berapa pun angka yang disepakati, bukan masalah.

"Secara prinsip PKS siap mau 20%, siap 0%, siap 4%. Kita siap saja," kata Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 16 Juni 2017.

Keinginan PKS hanya pembahasan revisi UU Pemilu tidak terus molor. Hidayat mengatakan, masih ada waktu hingga Senin pekan depan untuk fraksi-fraksi melakukan lobi, tidak hanya presidential threshold tapi juga empat isu krusial lainnya.

"Kalau ternyata tidak bisa dihadirkan kesepahaman dan voting, akan jadi hal biasa saja dan itu bakal jadi solusi yang akan menghadirkan undang-undang yang juga tetap baik," ujar Hidayat.

Menurut Hidayat, revisi UU Pemilu sangat mendesak diselesaikan, agar penyelenggara pemilu bisa bekerja maksimal. "Mudah-mudahan tidak molor lagi," tandas dia.

Sedangkan Wakil Ketua DPR yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat Agus Hermanto berharap anggota panitia khusus revisi UU Pemilu bisa mengakhiri perdebatan soal lima isu krusial melalui forum musyawarah.

Lima isu krusial, yakni parliamentary threshold (ambang batas parlemen), presidential threshold (ambang batas pencalonan presiden), dapil magnitude (ambang batas alokasi kursi), sistem pemilu terbuka atau terbatas, dan metode konversi suara.

Rapat antar-fraksi memunculkan enam paket untuk skema pengambilan keputusan isu krusial dalam revisi UU Pemilu. Ketua Pansus revisi UU Pemilu Lukman Edy mengatakan, kemungkinan paket ini akan mengerucut saat dibawa ke rapat paripurna.

Sejauh ini, pandangan anggota pansus terkait lima isu krusial sangat dinamis. Partai yang pada waktu lalu menginginkan presidential threshold 0% misalnya, mungkin berubah pikiran, begitu juga sebaliknya.

Berikut ini paket lima isu krusial:

Paket A

1. Parliamentary threshold: 5%
2. Presidential threshold: 20-25%
3. Dapil magnitude: 3-8 (3-10) kursi setiap dapil
4. Sistem pemilu: terbuka terbatas
5. Metode konversi suara: sainte lague murni (Dengan metode ini, suara yang diraih setiap partai dibagi berdasarkan angka serial: 1, 3, 5, 7, 9, dan seterusnya)

Paket B

1. Parliamentary threshold: 5%
2. Presidential Threshold: 20-25%
3. Dapil magnitude: 3-10
4. Sistem pemilu: terbuka
5. Metoda konversi suara: kuota harre (penghitungan dengan rumus: total jumlah suara sah dibagi dengan total jumlah kursi yang harus diisi)

Paket C

1. Parliamentary threshold: 4%
2. Presidential threshold: 0%
3. Dapil magnitude: 3-10
4. Sistem pemilu: terbuka
5. Metode konversi suara: kuota harre

Paket D

1. Parliamentary threshold: 4%
2. Presidential threshold: 10-15%
3. Dapil magnitude: 3-10
4. Sistem pemilu: terbuka
5. Metode konversi suara: sainte lague murni

Paket E

1. Parliamentary threshold: 4%
2. Presidential threshold: 10-15%
3. Dapil magnitude: 3-10
4. Sistem pemilu: terbuka
5. Metode konversi suara: kuota harre

Paket F

1. Parliamentary threshold: 5%
2. Presidential threshold: 10-15%
3. Dapil magnitude: 3-8
4. Sistem pemilu: terbuka
5. Metode konversi suara: sainte lague murni
 


(TRK)

Sikap Setnov di Persidangan akan Menambah Berat Hukuman

Sikap Setnov di Persidangan akan Menambah Berat Hukuman

3 minutes Ago

Sikap Setya Novanto yang memilih diam tidak menjawab Hakim di dalam sidang akan menjadi poin ya…

BERITA LAINNYA