Pesan Persatuan dari Blusukan Presiden

Rudy Polycarpus    •    Senin, 19 Jun 2017 07:24 WIB
nkri
Pesan Persatuan dari Blusukan Presiden
Presiden Joko Widodo saat membagi buku di Jayapura. Foto: ANTARA/Indrayadi TH.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu mengingatkan soal keberagaman bangsa, dari bahasa, suku, hingga agama dalam kunjungan kerja ke sejumlah kabupaten di Jawa Tengah selama tiga hari, 15-17 Mei. Hal itu disampaikan karena terkadang anugerah tersebut kerap dilupakan.

"Kadang kalau tidak diingatkan, kita sering lupa bahwa negara kita ini sangat beragam. Memiliki agama yang berbeda-beda, bahasa dan suku yang bermacam-macam," jelas Presiden ketika berbuka puasa di Rumah Makan Mang Engking di sela-sela kunjungannya ke sejumlah kabupaten di Jawa Tengah, Sabtu 17 Juni. 

Ketika membagikan bantuan sosial nontunai, pemberian makanan tambahan dan program keluarga harapan di Pendopo Kecamatan Garung, Wonosobo, Jawa Tengah, Presiden mengatakan Indonesia merupakan negara besar. Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau, 516 kabupaten, 34 provinsi, 714 suku, dan lebih dari 1.100 bahasa lokal.

Itu sebabnya keberagaman Indonesia merupakan anugerah yang harus diterima dan disyukuri. Kepala Negara mengimbau pun masyarakat untuk memperkuat persaudaraan dengan kelompok masyarakat lain.

"Perkuat ukhuwah islamiah dan ukhuwah wathaniah. Jangan ada yang saling menyalahkan, menjelekkan, menghina, saling mencemooh. Itu semua tidak boleh, harus kita hentikan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca: Hanya Toleransi yang Bisa Atasi Persoalan Bangsa

Pesan menjaga persatuan juga disampaikan Presiden ketika membagikan 1.054 kartu Indonesia pintar (KIP) di Gedung Sasana Adipura, Kabupaten Wonosobo. Dia mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari, seluruh elemen masyarakat harus memahami Indonesia terdiri atas banyak kelompok berbeda.

"Titip semuanya. Jaga persatuan dan persaudaraan. Tidak usah membedakan agama dan ras karena kita semua bersaudara," jelas Jokowi. 



(OGI)