110 Perguruan Tinggi Ikuti Peluncuran Penguatan Pancasila

Yogi Bayu Aji    •    Sabtu, 12 Aug 2017 10:32 WIB
pancasila
110 Perguruan Tinggi Ikuti Peluncuran Penguatan Pancasila
Presiden Joko Widodo berkeliling di antara peserta senam dalam acara peluncuran penguatan Pancasila di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu 12 Agustus 2017. MTVN/Yogi Bayu Aji.

Metrotvnews.com, Bogor: Sebanyak 110 perguruan tinggi negeri dan swasta dari Sabang hingga Merauke mengikuti peluncuran penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti sekitar 650 orang mahasiswa dan dosen.

Seperti dilansir Antara, Ketua Panitia Program Penguatan Pendidikan Pancasila Syahril Chaniago mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari 540 mahasiswa dan 110 dosen. Kegiatan ini pun berlangsung selama dua hari.

"Khusus hari ini kegiatannya pendekatan antara akademisi dengan pimpinan negara," kata Syahril di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 12 Agustus 2017.

Syahril menambahkan, pada hari pertama, Jumat 11 Agustus, peserta mengikuti kegiatan peluncuran Pancasila, diskusi tentang Pancasila, dan menonton beberapa film dokumenter tentang Indonesia.

"Kegiatan di Istana lebih santai, diawali olahraga bersama, lalu kunjungan keliling Istana bersama Presiden," kata dia.

Baca: Presiden Senam Bareng Mahasiswa di Istana Bogor

Kegiatan pada Sabtu, dihadiri Menristekdikti Muhammad Nasir, Presiden Kelima RI Megawati Soekarno Putri, Wakil Presiden Keenam Tri Sutrisno, dan sejumlah tokoh agama maupun kepala daerah.

Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto menilai program ini cukup bagus untuk meningkatkan kebersamaan dan persatuan bangsa. Mahasiswa dan dosen juga punya kesempatan mendalami pergulatan yang dialami pendiri bangsa saat membangun dasar-dasar negara.

"Kegiatan, bagus sekali, dengan para mahasiswa seluruh Indonesia berkumpul, merasakan kebersamaan persatuan dan esensi kesempatan belajar mendalami bagaiman para 'founding father' berdiskusi, menyampakan pandangannya sampai lahirnya pancasila," kata Herry.

Herry berharap, mahasiswa dan dosen yang mengikuti kegiatan ini bisa mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat pun diharapkan memiliki modal dalam menghadapi perubahan yang berlangsung pesat.

"Kegiatan ini baru peluncuran, rencananya akan berlanjut, membangun kesadaran melalui acara seremoni tingkat Istana, ke depannya menumbuhkan nasionalis secara subtansi," kata Herry.


(DRI)