Parpol Harus Demokratis demi Cegah Kandidat Korupsi

Siti Yona Hukmana    •    Selasa, 13 Mar 2018 21:03 WIB
pilkada 2018
Parpol Harus Demokratis demi Cegah Kandidat Korupsi
Ilustrasi: Pilkada. Foto: Medcom.id.

Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari mengingatkan partai politik agar demokratis dalam proses pilkada. Peringatan diberikan lantaran banyak calon kepala daerah yang menjadi tersangka korupsi. 

"Warning bagi parpol, supaya proses pencalonan mengedepankan asas demokratis dan terbuka seperti yang disebutkan undang-undang," kata Hasyim di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Maret 2018. 

Dia meminta parpol juga demokratis dalam mencari calon legislator di DPR, dan DPRD. Dengan begitu, kanditat yang diusung tidak terjerat kasus seperti yang dialami beberapa calon kepala daerah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca: KPU Dukung KPK Umumkan Tersangka Calon Kepala Daerah

Menurut dia, warga Indonesia adalah pemilih yang cerdas. Mereka mengharapkan nantinya mempunyai pemimpin yang memiliki dasar kepemimpinan yang baik. 

Kepemimpinan itu, menurut Hasyim, adalah keteladanan. Sifat ini pun penting dimiliki oleh calon pemimpin.

Sebelumnya, KPK telah menangkap beberapa calon kepala daerah yang akan bertarung pada Pilkada 2018. KPK bahkan berencana mengumumkan calaon kepala daerah yang menjadi tersangka korupsi. 


(OGI)