Moeldoko Ingatkan Panglima Pengganti Gatot Jangan Tergoda Politik

   •    Rabu, 06 Dec 2017 09:50 WIB
panglima tni
Moeldoko Ingatkan Panglima Pengganti Gatot Jangan Tergoda Politik
Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko)

Jakarta: Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi satu-satunya calon panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo.

Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Moeldoko mengatakan salah satu tantangan yang akan dihadapi oleh Hadi jika sudah sah menjadi panglima adalah menghadapi tahun politik yang akan berlangsung pada 2018-2019.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu mengingatkan Hadi agar jangan sekali-kali tergoda dengan politik. Sekali tergoda, profesionalitas dan integritas sebagai prajurit menjadi taruhannya.

"Panglima harus profesional. Jangan coba-coba tergoda oleh politik. Begitu panglima tergoda maka Dia tidak akan mampu melaksanakan amanat UUD 1945," ungkap Moeldoko, dalam Metro Pagi Primetime, Rabu 6 Desember 2017.

Selain profesionalitas, Hadi juga harus mampu menjaga dan memiliki jati diri sebagai seorang prajurit sejati, bukan prajurit yang mudah diimingi dan mudah bergeser. Tugas sebagai panglima sebagai jabatan yang presisi harus dimanfaatkan untuk mewujudkan keinginan masyarkat dan mampu menanggapi segala persoalan negara.

Di samping itu, Moeldoko menilai jenjang karier Hadi Cahyanto sangat baik. Selain menjabat sebagai kepala staf angkatan, banyak jabatan lain yang pernah dipimpin oleh Hadi. Pengalaman yang tak sedikit menurut Moeldoko bisa menjadi modal bagi Hadi untuk memimpin institusi TNI.

"Perjalanan kariernya cukup bagus. Pernah di Kopassus, irjen di Kementerian Pertahanan, sehingga wawasan untuk mengelola organisasi ini cukup baik," katanya.




(MEL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

23 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA