Presiden Tekankan Masalah Harus Diselesaikan dengan Dialog

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 30 Nov 2016 15:08 WIB
jokowi
Presiden Tekankan Masalah Harus Diselesaikan dengan Dialog
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di beranda Istana Merdeka. Foto: MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menekankan bahwa permasalahan harus diselesaikan dengan dialog. Ia mengatakan, Indonesia negara besar, masalah yang dihadapi pun besar dan banyak.

Hal itu disampaikan Presiden usai pertemuan dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Presiden yakin, negara ini bisa menyelesaikan setiap masalah.

"Kami sepakat bahwa negara kita besar, banyak masalah besar dihadapi, akan lebih dapat diatasi apabila dimusyawarahkan, didialogkan," kata Presiden di beranda Istana Merdeka, Rabu (30/11/2016).

Menurut dia, dirinya dan Zulkifi yang juga menjabat Ketua MPR, punya kewajiban konsolidasi untuk mempertahankan empat Pilar Kebangsaaan. Presiden menegaskan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dijunjung tinggi.

Zulkifli satu suara dengan Presiden. Dia ingin setiap persoalan yang dihadapi diselesaikan dengan nilai-nilai luhur yang dianut Indonesia, yakni musyawarah dan dialog.


Kapolri bersama tokoh GNPF, MUI, dan Aa Gym membicarakan rencana aksi Jumat 2 Desember 2016. Antara Foto/Rivan Awal

Menteri Kehutanan periode 2009-2014 ini mengapresiasi pemerintah yang menurutnya mau membuka pintu dialog dengan organisasi masyarakat menghadapi unjuk rasa pada Jumat 2 Desember.

Dialog pemerintah dengan ormas terlihat pada pertemuan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dengan petinggi ormas yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pangawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Senin 28 November.

"Mari buktikan kita negara damai. Islam yang damai, moderat, rahmat bagi semua umat," pungkas Zulkifli.

GNPF kembali menurunkan massa pada Jumat 2 Desember. Awalnya, GNPF ingin salat Jumat dan orasi di Jalan Jenderal Sudirman-Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Polri menilai kegiatan di jalan protokol akan mengganggu aktivitas warga lainnya.

Tito dan petinggi GNPF bertemu di kantor MUI untuk membicarakan hal itu. Hadir dalam kesempatan itu tokoh GNPF Rizieq Shihab dan Bachtiar Nasir, Ketua MUI Ma`ruf Amin, dan ulama Abdullah Gymastiar.

Pertemuan ini menyepakati aksi massa pindah ke lapangan Monumen Nasional, diisi doa bersama, pidato keagamaan, dan salat Jumat. Kapolri berjanji akan mendukung kelancaran kegiatan ini.

 




(TRK)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

33 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA