MUI: Kampanye Politik Ibarat Jual Beli

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 12 Jun 2018 16:24 WIB
pilkada serentakpilpres 2019
MUI: Kampanye Politik Ibarat Jual Beli
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengkritisi kampanye politik yang belakangan dianggap tak santun. Menurutnya, hal tersebut ibarat jual beli. 

"Ajang kampanye harus dilakukan dengan santun. Jangan menjelekkan lawan agar tak menimbulkan ketegangan," kata Maruf di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Juni 2018.

Jual beli, kata dia, akan menerima barokah dari Allah jika penjualnya jujur. Bukan penjual yang menjajakan barang dengan menjelekkan dagangan orang lain. Orang yang seperti itu tidak akan diberkahi Allah.

"Jangan kamu menjual kemudian dengan menjelekkan jualan orang lain. Itu perlu dihindari," imbuh Maruf.

Baca: MUI Berharap Indonesia Berperan Straregis dalam Perdamaian Dunia

Untuk menghindari hal itu, ia menyebut semua pihak yang berkampanye harus menahan emosi. Tak perlu terpancing lalu menyerang 'dagangan' orang lain. Semua orang atau calon punya kelebihan dan kekurangan. 

"Kedua, dia harus bisa menerima kekalahan atau kemenangan. Ini harus siap, dan mengajak semua pendukung menerima," tegas Maruf.

Menjelang Idulfitri ini ia mengimbau semua pihak memaknai perjuangan 30 hari ramadan. Jangan sampai perbedaan persepsi politik, merusak momen tersebut. Sebab, perbedaan adalah sesuatu yang biasa di Indonesia, apalagi saat ada pemilihan umum.

"Kita anggap hal itu biasa, karena ini tiap lima tahun diadakan. Terhadap pemerintah, polisi kita harap bisa menjamin keamanan, baik saat mudik, malam takbir dan pelaksanaan salat id," ucap Maruf.



(YDH)