PDI Perjuangan Berkomitmen Mematuhi Pakta Integritas Parpol

Faisal Abdalla    •    Rabu, 11 Jul 2018 12:24 WIB
pilpres 2019pemilu serentak 2019
PDI Perjuangan Berkomitmen Mematuhi Pakta Integritas Parpol
PDI Perjuangan menerima kunjungan Bawaslu/Medcom.id/Faisal Abdalla

Jakarta: PDI Perjuangan berkomitmen mematuhi aturan dalam setiap tahapan Pemilu Serentak 2019. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga tak keberatan dengan pakta integriras berisi komitmen parpol tidak mencalonkan caleg mantan narapidana bandar narkoba, pelaku kejahatan seksual terhadap anak, dan koruptor.

"PDI Perjuangan sebagai peserta pemilu kami taat asas dalam aturan main. Komitmen ini terus disampaikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan (Megawati Soekarnoputri)," tegas Hasto saat bertemu Bawaslu di DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Juli 2018.

Semua kader, tegas Hasto, dilarang menggunakan alat negara ketika berkampanye. Mereka juga diwajibkan berkampanye secara fair serta menjadikan proses pileg dan pilpres sebagai upaya melahirkan pemimpin untuk rakyat.

Komitmen ditegaskan Hasto setelah Ketua Bawaslu Abhan menyampaikan sosialisasi tahapan Pemilu 2019. Abhan mengingatkan pimpinan PDI Perjuangan Pemilu 2019 sudah memasuki tahapan pencalonan. Abhan berharap partai banteng moncong putih menaati aturan berlaku dalam guna meminimalissai sengketa yang terjadi selama proses pencalonan.

Abhan menjelaskan sosialiasi dilakukan sebagai upaya melayani peserta pemilu sesuai tugas dasar penyelenggara. "Tradisi ini kami bangun agar kami berinteraksi dengan para peserta," kata Abhan.

Abhan datang bersama seluruh komisioner Bawaslu. Mereka diterim Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Anggota DPR Arief Wibowo juga menghadiri acara tersebut.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak hadir. Ia berhalangan hadir lantaran harus memimpin rapat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).


(OJE)

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

2 days Ago

Nurhayati yang saat itu masih duduk di Komisi II DPR bahkan mengetahui poin-poin pembahasan meg…

BERITA LAINNYA