Din Syamsuddin Imbau Publik Abaikan Survei Masjid

Muhammad Al Hasan    •    Rabu, 11 Jul 2018 07:48 WIB
radikalisme
Din Syamsuddin Imbau Publik Abaikan Survei Masjid
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Foto: MI/Sumaryanto.

Jakarta: Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta publik tak memusingkan survei masjid dari Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M). Penelitian itu menemukan 41 dari 100 masjid yang diteliti berpotensi sebagai sarana pengembangan paham radikal.

"Sebaiknya hal-hal seperti itu, di tempat ibadah mana pun, agama apa pun, abaikan sajalah karena sifat judgement. Itu dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," ujar Din di Kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Jakarta Selatan, Selasa,10 Juli 2018.

Menurut dia, penelitian ini bisa menyebabkan masjid lain yang tak diteliti ikut cemas. Lebih jauh, isu ini juga rentan mengganggu kerukunan umat beragama.

Din menantang P3M soal kebenaran survei. Bila hasil survei benar adanya, P3M diminta tidak hanya melempar isu, tetapi harus membuktikan dengan data.

"Sebut saja masjid mana, penelitian di mana. Jangan melempar isu secara verbal tanpa penjelasan yang spesifik karena bisa menimbulkan kecemasan dalam masyarakat," ujar Din.

Dia sependapat dengan sikap Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. "Beliau sebagai waketum DMI (wakil ketua umum Dewan Masjid Indonesia) menolak dan tidak menerima dan menyalahkan survei itu sebagai survei yang tidak benar," ujar Din.

Baca: Penelitian Masjid Harus Hati-Hati

Ke depan, Din menghimbau P3M tidak sembrono dalam membuat penelitian. Survei yang sifatnya sentimental perlu dihindari. 

"P3M diharapkan lebih berhati-hati di dalam memberikan label di dalam memberikan assessment karena ketika kita memberikan penilaian, seringkali kita terjebak pada relativitas, kepada kenisbian, tergantung kepada parameter yang tidak sama dengan yang lain," ujar Din.


(OGI)