Poros Maritim Terus Jadi Perhatian Pemerintah

Budi Warsito    •    Minggu, 21 Aug 2016 06:58 WIB
poros maritim dunia
Poros Maritim Terus Jadi Perhatian Pemerintah
Presiden Joko Widodo (tengah) meninjau Pelabuhan Sibolga disela Groundbreaking pengembangan pelabuhan tersebut, di Sibolga, Sumatera Utara, Sabtu (20/8). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi.

Metrotvnews.com, Parapat: Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas di Hotel Inna Parapat, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Bersama delapan menteri Kabinet Kerja, Jokowi membahas kelanjutan pembangunan poros maritim.

Rapat tersebut diikuti oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menpan RB Asman Abnur, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Kepala Kantor Kepresidenan Teten Masduki juga tampak dalam rapat. 

Dalam rapat tersebut, orang nomor satu di Tanah Air itu mengenakan kemeja putih berlengan panjang. Begitu juga dengan para menteri yang hadir. 

"Sudah hampir dua tahun kita bicara poros maritim. Ada yang sudah terealisasi, ada yang belum, " ujar Presiden Jokowi, Sabtu, (20/8/2016) malam. 

Dalam pembangunan poros maritim, Jokowi mengingatkan agar penerapan diplomasi tidak diabaikan, khususnya, dalam menghadapi ancaman laut. "Bukan hanya illegal fishing, tapi juga lainnya," tutur dia. 

Ia menjelaskan, masalah lain yang dihadapi yakni perihal perusakan ekosistem laut. Selain itu, yang turut menjadi perhatian adalah seringnya jalur laut digunakan untuk penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, imigran dan lainnya. 

Menurut Jokowi, ada sejumlah hal yang menyebabkan poros maritim dunia menjadi hal penting. Pertama, karena dua pertiga Indonesia merupakan wilayah laut. Kedua, pemanfaatan kekayaan laut untuk kesejahteraan rakyat. 

"Kita harus manfaatkan posisi strategis Indonesia yang terletak di Samudera Hindia dan Pasifik. Lokasi geostrategis ini harus dimanfaatkan dengan baik dalan pengembangan pelabuhan yang ada,"papar dia.

Indonesia, lanjut dia, harus memberi prioritas pada pembangunan infrastruktur untuk konektivitas maritim dengan tol laut. "Beberapa kali saya sampaikan berkaitan sea port, deep seaport, logistik industri perkapalan dan pengolahan ikan," imbuh dia. 

"Saya berharap, pengelolaan laut di sepanjang pantai terutama yang berbatasan dengan Selat Malaka, Batam, Medan, Sumut dan lainnya bisa betul-betul mengembangkan pelabuhan kita menjadi kelas dunia. Saya kira banyak yang bisa kita kembangkan." 





(OGI)