Khofifah Disarankan Gadeng Wakil Non-NU

Faisal Abdalla    •    Kamis, 12 Oct 2017 06:53 WIB
pilgub jatim 2018
Khofifah Disarankan Gadeng Wakil Non-NU
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa --MTVN/Rofahan--

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mantap maju di Pilkada Jawa Timur tahun depan. Hingga kini Khofifah belum menentukan pendamping.

Pengamat Politik Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi menyarankan Khofifah menggandeng wakil dari luar lingkungan Nahdatul Ulama (NU). Pasalnya golongan nasionalis di Jawa Timur cukup banyak.

"Kalau Khofifah dan Gus Ipul yang memang NU, sama-sama memilih wakil dari NU juga, itu seperti jeruk makan jeruk. Masing-masing memperebutkan market yang kurang lebih sama. Nah sementara kita tahu sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Pacitan dan Trenggalek pengaruh NU tidak terlalu kuat, dan itu penting untuk diakomodasi," ujar Burhanuddin Rabu 11 Oktober 2017 malam. 

Khofifah kata Burhan juga harus mencari pendamping yang bisa diajak bekerja sama setelah memenangkan Pilkada. Ini agar proses pemerintahan daerah tidak terganggu.

"Chemistrynya masuk atau tidak. Karena kalau hanya kawin paksa politik nantinya hanya akan menganggu pemerintahan daerah yang dipimpinnya. Sebaiknya Khofifah mulai mengamati siapa pendamping yang tepat bukan hanya soal winning, tapi juga soal governing," pungkas Burhanuddin.

Sebelumnya, Partai NasDem dan Golkar resmi mendukung Khofifah Indar Parawansa untuk bertarung di Pilkada Jawa Timur tahun depan. Dari NasDem dan Golkar Khofifah baru mengantongi 15 kursi, padahal syarat minimal dukungan adalah 20 kursi.

Namun jika Partai Demokrat dan PPP bergabung, maka Khofifah akan mengantongi 30 kursi. Hanya saja, Demokrat dan PPP masih belum menentukan sikap untuk mendukung Khofifah. 

Khofifah sendiri sudah mendaftar jadi bakal calon gubernur di penjaringan Partai Demokrat. 
 


(REN)