DPR-Pemerintah Sepakati Sistem Hybrid Multiplexing

   •    Selasa, 13 Feb 2018 20:22 WIB
siaran televisilembaga penyiaran
DPR-Pemerintah Sepakati Sistem Hybrid Multiplexing
Ketua DPR Bambang Soesatyo membahas RUU Penyiaran dengan Menkominfo Rudiantara, di gedung DPR, Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018. Foto: DPR

Jakarta: DPR dan pemerintah sepakat menggunakan sistem hybrid multiplexing dalam mengatur frekuensi penyiaran di Indonesia.  Alotnya pemilihan sistem frekuensi penyiaran ini sempat membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran tak kunjung disahkan.

“Saya kira kita perlu mencari jalan keluarnya, sehingga RUU Penyiaran bisa segera diselesaikan dengan bijaksana," kata Ketua DPR Bambang Soesatyo saat bertemu secara informal dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di ruangannya, seperti dilansir Antara, Selasa, 13 Februari 2018. Pertemuan dihadiri para pimpinan fraksi di DPR.

RUU Penyiaran tak kunjung rampung karena tarik menarik antara sistem single mux dan multi mux. Padahal, RUU ini sudah dibahas sejak 2008. Bamsoet, panggilan Bambang, juga membenarkan hal ini.

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan pembahasan, DPR dan pemerintah yang diwakili Rudiantara sepakat mencari jalan tengah, yakni sistem hybrid multiplexing.

Bamsoet mengatakan sistem ini merupakan campuran antara sistem single mux dan multi mux. Dengan sistem ini, kata dia, berbagai kebaikan yang ada di kedua sistem itu bisa diambil dan dikombinasikan.

“Dengan demikian dapat memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak, negara maupun para pelaku usaha industri penyiaran sama-sama diuntungkan," kata dia.

Baca: Pembahasan RUU Penyiaran Terbentur Konsep Single Mux dan Multi Mux

Bamsoet menyatakan RUU Penyiaran sebagai inisiatif DPR akan dibahas pada masa sidang berikutnya. Hal ini mengingat besok sudah penutupan masa sidang.

“Insyaallah sudah tidak ada pembahasan yang terlalu rumit. Dengan menjalin komunikasi secara rutin, semua bisa diselesaikan dan dicari jalan keluarnya," kata dia.

Menkominfo Rudiantara menyambut baik adanya usulan sistem hybrid multiplexing. Dirinya berharap agar RUU Penyiaran segera diselesaikan.




(UWA)