Bela Negara tak Cukup Kumpulkan Massa

Media Indonesia    •    Sabtu, 08 Dec 2018 09:12 WIB
presiden jokowi
Bela Negara tak Cukup Kumpulkan Massa
Presiden Joko Widodo. Medcom.id/ Lis Pratiwi

Jakarta: Presiden Joko Widodo menegaskan bela negara dan cinta pada Tanah Air membutuhkan aksi nyata, bukan semata mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya. Dia mengingatkan seluruh elemen memperkuat karakter bangsa.

Menurut Jokowi saat membuka Jambore Bela Negara Forum Komunikasi Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) di Cibubur, Jakarta, kemarin, Indonesia harus menguatkan komitmen untuk menghadapi maraknya infiltrasi ideologi asing. 

"Jangan beri ruang ideologi lain yang menggeser Pancasila yang pada akhirnya mengoyak NKRI dan Merah Putih. Tugas Saudara membela negara tidak mudah. Tidak cukup kumpulkan massa, tapi kerja nyata,
" tutur dia.

Jokowi menambahkan beragam cara bisa dilakukan guna mengimplementasikan aksi bela negara. Dia menyebut, misalnya, seorang insinyur mengabdikan ilmunya dengan membangun infrastruktur hingga ke pelosok-pelosok daerah guna mewujudkan Indonesia sentris. 

Demikian pula seorang dokter yang mendedikasikan ilmunya bagi masyarakat di daerah terpencil. "Bela negara bisa dilakukan (dengan) jadi pribadi terbaik dan berkarakter,'' ujar dia.

Kepada lebih dari 1.000 anggota FKPPI yang hadir, Kepala Negara juga berpesan agar senantiasa meletakkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Khususnya di tahun politik, perbedaan jangan sampai mengoyak nilai-nilai Pancasila dan NKRI.

"Di negara Pancasila, keragaman menjadi sumber keragaman, bukan perpecahan. Di negara Pancasila, kepentingan negara harus diletakkan di atas kepentingan pribadi," ucap Jokowi.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Polhukam Wiranto, Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono, dan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Bambang yang juga ketua penyelenggara Jambore Bela Negara FKPPI mengajak seluruh kader FKPPI mendukung pemerintah dan melawan berbagai isu miring seperti isu PKI yang diarahkan kepada Jokowi.

"Kami harus terus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Majunya kembali Presiden Jokowi di Pilpres 2019 merupakan bagian dari perjuangan FKPPI menjamin terus tegaknya NKRI. Mari dukung bersama," kata Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo.

Menurut dia, saat ini Indonesia memang tidak menghadapi ancaman fisik bersenjata dari negara lain. Ancaman sekarang ialah perang pemikiran serta ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, seperti liberalisme, kapitalisme, radikalisme, dan terorisme.

Bukan kuantitas

Rais Syuriah PBNU KH Masdar F Mas'udi sependapat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengingatkan, bela negara tidak cukup hanya mengumpulkan massa, tetapi perlu kerja nyata. "Saya setuju banget dengan pendapat Pak Presiden," ujar dia terpisah.

Budayawan Mohamad Sobary pun menilai pesan Presiden itu sangat positif karena bangsa dan negara memang membutuhkan kepedulian rakyatnya tanpa kecuali. "Bela negara sudah bagus benar," ucap Sobary.

Namun, imbuh Sobary, keterlibatan masyarakat dalam bela negara harus dibarengi dengan efektivitas. Artinya, bukan berarti kuantitas masyarakat menjadi penentu. "Jumlah kadang tidak terlalu penting jika dibandingkan dengan hasil yang didapat, misalnya ketika ada massa delapan juta, kalau hasilnya cuma sekepal, ya buat apa," tandas dia.


(SCI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA