PBNU Sebut Gus Yahya Tawarkan Solusi Konflik Palestina-Israel

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 19 Jun 2018 12:42 WIB
indonesia-palestinapalestina israel
PBNU Sebut Gus Yahya Tawarkan Solusi Konflik Palestina-Israel
Yahya Cholil Staquf saat berbicara di Forum Global American Jewish Committee (AJC) - Metro TV.

Jakarta: Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) yakin kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel bukan bentuk pengakuannya tehadap negara zionis itu. Justru itu bentuk diplomasi dukungan terhadap kedaulatan Palestina. 

"Saya yakin kehadiran Gus Yahya tersebut untuk memberi dukungan dan menegaskan kepada dunia, khususnya Israel bahwa Palestina adalah negara merdeka. Bukan sebaliknya," kata Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 19 Juni 2018. 

Robikin menegaskan tak ada satu pun pihak yang menginginkan konflik Israel-Palestina terus berkelanjutan. Semuanya mendambakan penyelesaian menyeluruh dan tuntas atas konflik Israel-Palestina.

Namun, kata dia, setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan konflik puluhan tahun itu. Pasalnya, konflik Israel-Palestina tidak disebabkan oleh faktor tunggal. 

"Diperlukan semacam gagasan out of the book yang memberi harapan perdamaian bagi seluruh pihak secara adil. Boleh jadi Gus Yahya memenuhi undangan dimaksud untuk menawarkan gagasan yang memberi harapan bagi terwujudkan perdamaian di Palestina dan dunia pada umumnya," tukas dia. 

Diketahui, Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf datang ke Israel untuk menghadiri seminar yang digelar oleh komunitas Yahudi. Yahya hadir menjadi pembicara dalam diskusi yang moderatornya Direktur Forum Global American Jewish Committee  (AJC) Rabi David Rosen. Acara itu dihadiri 2.400 orang.

Kunjungan Gus Yahya ke Yerusalem menuai kecaman dari kalangan pembela Palestina. Meski tidak mewakili sebagai anggota Wantimpres juga pengurus NU, lawatan Yahya itu disayangkan banyak pihak.

Kecaman muncul karena lawatan itu berlangsung saat Israel melibas demonstran Palestina di Jalur Gaza. Lebih dari 120 demonstran Palestina tewas dan 3.700 lainnya luka-luka.




(REN)