Survei: Jokowi Ungguli Prabowo di Jatim, Jateng dan Jabar

Muhammad Al Hasan    •    Sabtu, 23 Jun 2018 01:55 WIB
pilkada serentakpilpres 2019
Survei: Jokowi Ungguli Prabowo di Jatim, Jateng dan Jabar
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto (kanan) di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11/2016). Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

Jakarta: Lembaga Survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) menyebut Joko Widodo mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Keunggulan Jokowi ini tak terlepas dari efek kemenangan pilkada yang berlangsung serentak di daerah tersebut.

"Bila pemilihan dilakukan sekarang di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Jokowi unggul di atas calon-calon lain," kata peneliti SMRC Sirojudin Abbas di kantornya, Jalan Cisadane, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Juni 2018.

Menurut Sirojudin, siapapun yang menang di Pilkada Jatim akan berdampak positif kepada keunggulan Jokowi. Eks Gubernur DKI Jakarta itu akan mendapatkan 60 persen suara dari pemilih Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistyanto Dardak. Sedangkan dari pemilih Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, Jokowi akan mendapatkan 62 persen suara.

"Jatim siapapun yang menang tidak berdampak negatif kepada Pak Jokowi tapi dampak negatifnya ke Pak Prabowo," ujar dia.

Dukungan tak kalah besar juga diprediksi terjadi di Jateng. Jokowi berpotensi meraih 80 persen suara dari pemilih Ganjar Pranowo- Taj Yasin dan 67 persen suara dari pemilih Sudirman Said-Ida Fauziyah.

"Jawa tengah sulit bagi pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah untuk mendekati keunggulannya (Ganjar) sudah terlalu jauh sampai 70 persen. 
Kalau Sudirman Said lebih unggul mungkin ada kontribusinya ke Pak Prabowo, tetapi sementara ini masih positif ke Pak Jokowi," ujar dia.

Di Jabar, Jokowi bisa meraup suara besar jika pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan berhasil meraih kemenangan. Pasalnya, 75 persen pemilih Hasanuddin-Anton berpotensi mendukung Jokowi.

Sementara dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, jumlah pemilih yang bakal mendukung Jokowi hanya beda 12-14 persen dari dukungan ke Prabowo. Sedangkan, dari pemilih Sudrajat-Ahmad Syaikhu, Prabowo unggul atas Jokowi dengan 53 persen dukungan.

"Kemenangan dan perolehan suara Hasanudin dan Anton itu akan menopang keunggulan presiden Jokowi," jelas Sirojudin.

Suvei ini dilakukan di Jatim, Jateng dan Jabar dalam kurun waktu 21 Mei-1 Juni. Sampel di masing-masing provinsi sebanyak 820 orang, dengan metode multistage random sampling. Margin of error sebesar 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.


(AZF)