Menimbang Angka Ideal Presidential Threshold

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 19 May 2017 19:44 WIB
revisi uu pemilu
Menimbang Angka Ideal <i>Presidential Threshold</i>
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemilihan presiden (Pilpres) 2019 semakin dekat, namun syarat pengajuan calon presiden belum ada kepastian. Terutama soal presidential threshold (PT) yang masih pecah tiga suara.

Wakil Ketua DPR dari PAN, Taufik Kurniawan, mencoba memandang permasalahan angka ambang batas pengajuan presiden yang ideal. "Saya berbicara mungkin sebagai akademisi lah. Belum pada sikap partai," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.

Pertama, opsi PT sebesar 20 persen untuk pengajuan calon presiden. Taufik menilai opsi ini ada benarnya. Calon presiden itu harus disaring dari awal agar tidak sembarangan orang bisa maju berkompetisi sebagai presiden.

"Ada syarat prasyarat dukungan politik, kemudian hal-hal lain yang mungkin dikonsolidasikan. Teman-teman atau partai politik yang berpikiran bahwa ini adalah saringan," ucap Taufik.

Opsi kedua adalah PT sebesar 0 persen. Wakil Ketua Umum PAN ini meyakini semangat fraksi yang mengusulkan angka ini terkait upaya memunculkan presiden yang dikehendaki rakyat, bukan partai.

Taufik menyebut, siapapun warga negara berhak ikut memakmurkan demokrasi. "Gejala-gejala seperti ini di Eropa banyak. Calon presiden dan perdana menteri muda-muda dicalonkan oleh partai politik minoritas," ujar dia.

Kemudian opsi jalan tengah. Yaitu opsi kisaran 5 hingga 10 persen. Taufik mengatakan bahwa opsi ini dapat menciptakan peluang koalisi antarpartai lebih besar.

"Kalau menurut saya (semua opsi) ini sebaiknya jangan divoting. Perlu ada konsolidasi dulu, karena ini menyangkut masalah tokoh atau presiden. Penting, orang nomor satu Indonesia," ujar dia.

Taufik menegaskan perlu banyak pertimbangan untuk memutuskan opsi mana yang dipilih. Taufik berharap proses kompromi positif dapat segera dilakukan.

"Seyogyanya saya mengusulkan jangan sampai divoting. Tapi komunikasi antar ketum-ketum parpol. Jangan seperti pilihan lurah atau kades, bukan merendahkan, (tapi) ini pimpinan nasional kita," tandas dia.

 


(SUR)

KPK Periksa Istri Novanto Senin Depan

KPK Periksa Istri Novanto Senin Depan

1 hour Ago

Deisti diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharj…

BERITA LAINNYA