Golkar Minta Prabowo tak Jadikan Bantuan Rohingya Sebagai Alat Kritik

Husen Miftahudin    •    Selasa, 19 Sep 2017 02:38 WIB
konflik myanmarrohingya
Golkar Minta Prabowo tak Jadikan Bantuan Rohingya Sebagai Alat Kritik
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Antara/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Sekjen Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meminta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak menjadikan bantuan pemerintah Indonesia terhadap Rohingya sebagai alat kritik.

"Saya berharap jangan jadikan kasus Rohingya sebagai alat politik untuk mengkritik pemerintah. Tidak pada tempatnya kita menjadikan isu Rohingya untuk mengkritik pemerintah," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 18 September 2017.

Tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingnya di Rakhine State, Myanmar membuat pemerintah Indonesia langsung mengambil inisiatif untuk menyelesaikan konflik. Ace melihat tindakan Presiden Jokowi terhadap konflik di Myanmar adalah tugas konstitusional.

"Sebagai Presiden menugaskan ke Menlu (Menteri Luar Negeri Retno Marsudi) melakukan dua hal. Pertama diplomasi dan itu sudah sangat cepat dan sangat akseleratif dengan melakukan pendekatan bukan hanya kepada pemerintah Myanmar tapi juga ke pemerintah Bangladesh," paparnya.

Diplomasi yang dilakukan Menlu Retno dalam konteks solusi penyelesaian perdamaian pun dianggap tepat. Pasalnya, Indonesia merupakan negara satu-satunya yang bisa berdiplomasi dengan pemerintah Myanmar.

Kepergian Menlu Retno ke Myanmar pun dalam rangka kemanusiaan. Menurutnya, bantuan pemerintah Indonesia kepada Rohingya memiliki landasan jelas. Proses penyaluran bantuan itu pun diserahkan langsung kepada pemerintah Myanmar.

Ace heran dengan tindakan Prabowo yang mencibir bantuan pemerintah Indonesia hanyalah pencitraan bagi Jokowi. Dia meminta Jokowi untuk tidak menanggapi serius kritikan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

"Saya meminta ke Pak Jokowi enggak usah didengerin deh kritik-kritik. Kerja saja kerja maksimal," pungkas Ace.



 


(DHI)