Wapres Apresiasi Teknologi Nuklir untuk Meningkatkan Produksi Padi

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 09 Aug 2017 02:13 WIB
nuklir
Wapres Apresiasi Teknologi Nuklir untuk Meningkatkan Produksi Padi
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menerima BATAN. Foto: Dok. Setwapres

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi inovasi teknologi nuklir yang dapat meningkatkan produksi padi. Teknologi ini dikembangkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

"Produksi pertanian bisa naik, bisa swasembada dan dikasih sertifikasi," kata Kalla saat menerima BATAN di kantor Wapres, Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Kalla meminta BATAN menyosialisasikan dan meyakinkan masyarakat bahwa varietas tanaman padi yang dihasilkan teknologi ini, aman dan berkualitas. Kalla juga meminta BATAN bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

"(Kerja sama) untuk membahas lebih lanjut varietas produksi padi yang bisa dihasilkan BATAN," ujar dia.

Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, teknik nuklir memang dapat digunakan untuk rekayasa genetika tanaman dan menghasilkan varietas baru bersifat unggul. 

Misalnya produksi tinggi, adaptif pada kondisi iklim Indonesia, umur genjah, kualitas beras bagus dengan rasa nasi pulen dan enak.

Sejauh ini, BATAN memiliki 22 variestas padi, yang paling terkenal bernama Sidenuk (Si Dedikasi Nuklir). Masyarakat di pedesaan, kata Djarot, sudah banyak mengenal dan mengkonsumsi beras jenis ini karena pulen.

“Sidenuk akan kita populerkan karena memilki produktifitasnya tinggi, membantu semacam kedaulatan pangan," kata Djarot.

Djarot menambahkan, produktivitas yang tinggi itu terlihat dari satu hektare sawah dapat menghasilkaan 9,1 ton padi. Adapun masa tanam hanya 103 hari. Lebih cepat dibandingkan dengan yang pada umumnya selama 115 hari.

Turut mendampingi Kepala BATAN, Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir Suryantoro, Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek Nuklir Hendig Winarno, Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir Efrizon Umar.

Sementara, Kalla didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Tim Ahli Wakil Presiden Sofyan Wanandi (KIP-Setwapres).



(AZF)