Elektabilitas Jokowi Masih Unggul dari Prabowo

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 12 Oct 2017 07:16 WIB
elektabilitas capres
Elektabilitas Jokowi Masih Unggul dari Prabowo
Presiden Joko Widodo. ANT/Muhammad Adimaja.

Metrotvnews.com, Jakarta: Indikator Politik Indonesia melakukan survei tentang elektabilitas tokoh yang berpotensi maju dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Presiden Joko Widodo memiliki elektabilitas tertinggi.

"Dalam jawaban spontan, dukungan untuk Jokowi pada September 2017 ini sebesar 34,2 persen," kata Direktur Ekesekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi di Jalan Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 11 Oktober 2017.

Peringkat kedua ditempati Prabowo Subianto dengan perolehan 11, 5 persen. Sedangkan beberapa nama lainnya tak melebihi perolehan dukungan lebih dari tiga persen. Burhanuddin mengatakan, hasil itu diperoleh setelah 1.220 koresponden ditanya jika pemilu diadakan pada hari ini.

Namun, dalam skema pertanyaan terbuka, dukungan terhadap Jokowi justru meningkat menjadi 47 persen. Perolehan ini disusul Prabowo 19 persen, Susilo Bambang Yudhoyono 3,7 persen, dan beberapa nama lain dengan perolehan di bawah 3 persen.

Burhanudin menjelaskan, dukungan terhadap Jokowi tak jauh berbeda dengan tahun lalu. Dukungan untuk Jokowi sempat menguat pada pertengahan 2016, tapi kembali melemah hingga beberapa bulan berikutnya.

Namun, tren dukungan terhadap Jokowi terus menguat hingga saat ini. Jika skema pertanyaan hanya diisi dua calon, Jokowi dan Prabowo, mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih unggul jauh.

"Jika head to head, Jokowi meraih 58,9% suara dan Prabowo hanya 31,3% saja. Artinya basis loyalis Prabowo masih banyak, sekira 1/3 dari jumlah total," kata Burhan.

Hanya saja, Burhanudin mengingatkan, Prabowo Subianto belum melakukan kampanye sistematik sejak 2014. Prabowo juga tak mengemban tugas sebagai pejabat negara.

"Artinya perolehan secara stabil di kisaran 31% ini menunjukkan Prabowo memiliki basis pemilih loyal yang tak sedikit," tegas Burhan.

 
(DRI)