Novanto Diiyakini Lengser dari Jabatan Ketum Golkar

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 07 Dec 2017 01:28 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Novanto Diiyakini Lengser dari Jabatan Ketum Golkar
Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (tengah)/Antara Foto/Aprillio Akbar

Jakarta: Berkas kasus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto telah dinyatakan P21 alias telah lengkap danbakal dilimpahkan ke Kejaksaan. Novanto pun diyakini tak lagi bisa mempertahankan jabatannya.

"Kalau sudah P21 dan dinyatakan gugur praperadilannya, susah bertahan (dati jabatan Ketum)," kata Pelaksana Fungsi Sekjen Partai Golkar Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu 6 Desember 2017.

Kendati begitu, Sarmuji menjelaskan segala kemungkinan ada di dalam dunia politik. Karena itu, pihaknya tengah menunggu kepastian dari status praperadilan Novanto.

Baca juga: Novanto Diminta Mundur dari Ketum Golkar

Praperadilan Novanto sempat digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 30 November 2017. Akan tetapi sidang terpaksa ditunda karena pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menghadiri persidangan.

Sidang dijadwalkan kembali digelar pada Kamis 7 Desember 2017. Sebelum itu, KPK telah menyatakan berkas Novanto telah P21 pada Selasa 5 Desember.

Baca juga: Pelimpahan Berkas Novanto Bukan Upaya Hindari Praperadilan

Langkah Novanto nyaris terhenti setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP elektronik (KTP-el). Novanto kini tengah meringkuk di balik jeruji KPK.

Mayoritas Pengurus DPD I Partai Golkar mendesak pelaksanaan Munaslub untuk memilih ketua umum yang baru. Setidaknya 31 dari 34 DPD I Partai Golkar resmi menyuarakan hal tersebut itu.

Pelaksanatugas Ketum Golkar Idrus Marham merespons positif aspirasi DPD tersebut. Namun pihaknya harus melakukan rapat harian terbatas untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.


(CIT)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

12 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA