Samawi NTB dan Banten Kecam Hidayat Nur Wahid

Muhammad Al Hasan    •    Sabtu, 14 Jul 2018 01:00 WIB
pilpres 2019
Samawi NTB dan Banten Kecam Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. Foto: Medcom.id/Gervin Nathaniel.

Jakarta: Kelompok Solidaritas Ulama Muda untuk Jokowi (Samawi) wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Banten mengecam Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW). Hal itu terkait pernyataan politikus PKS itu yang menyebut anggota Samawi tidak memiliki tampang ulama.

Koordinator wilayah Samawi NTB Tuan Guru L Abussulhi menyatakan pernyataan Hidayat Nur Wahid telah menimbulkan kegelisahan. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu dinilai tidak mengetahui banyak soal organisasi Samawi.

"Baiknya Pak HNW itu lebih banyak bertanya dulu, Samawi itu apa, siapa tokoh-tokoh di dalamnya, bertanya itu kan bagian dari ciri-ciri orang berilmu," kata Abussulhi dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Juli 2018. 

Menurut Abussulhi, penilaian HNW cenderung tergesa-gesa dan tak berdasar. Abussulhi bahkan menilai tuduhan HNW mengarah ke fitnah.

Abussulhi menjelaskan, Samawi adalah wadah solidaritas ulama, kiai, tuan guru, atau tokoh muda Islam, yang berisi orang-orang yang direkomendasi oleh kiai atau tuan guru sepuh di masing-masing wilayah. Ada dua alasan Samawi mendukung Jokowi. 

Pertama, kata dia, Samawi ada untuk memastikan umara’ atau pemimpin berdampingan dengan ulama. Sebab, dalam ajaran Islam, keduanya tidak boleh dipisahkan. 

Kedua, Samawi melihat Joko Widodo memiliki perhatian besar terhadap umat Islam. "Dan kami di NTB merasakan betul dampak pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini baik dalam infrastruktur dan pelayanan publik," ujarnya.

Samawi Banten juga serupa. Wakil Koordinator Samawi Banten Imaduddin Utsman sejatinya memaklumi pernyataan HNW sebagai tokoh yang ada di luar pemerintahan Jokowi.

"Tetapi beliau ini orang yang cukup paham dalam ilmu agama, petinggi lembaga negara, sehingga tidak layak mengeluarkan statement demikian," kata Imaduddin.

Imaduddin menduga pernyataan HNW dilatarbelakangi ketidaksukaan terhadap Jokowi. Apalagi, posisi HNW ada di partai yang kini berada di luar kabinet kerja Jokowi. 

"Meski oposisi mestinya tetap menggunakan akal sehat dalam berpolitik. Terlebih beliau merupakan petinggi partai yang menganggap dirinya partai dakwah. Jangan sampai karena ketidaksenangan dengan suatu kaum, membuatnya berlaku tidak adil," ucap Pengasuh Pondok Pesantren NU Kresek, Banten itu.

Sebelumnya, Hidayat Nur Wahid turut mengomentari video peserta Samawi yang mendeklarasikan diri mendukung Jokowi dua periode. Video yang ramai jadi perbincangan itu menunjukkan sejumlah remaja peserta deklarasi dukungan Samawi di Sentul, Bogor, Jawa Barat. 

"Iya, iya, saya sudah lihat juga. Jadi, ya, banyak yang menyuarakan jangan bawa-bawa agama dalam politik, jangan politisasi agama, tapi kemudian terjadilah pengerahan massa yang disebut ulama muda. Tapi kalau dilihat dari yang hadir itu, tampang ulamanya enggak kelihatan," kata Hidayat di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.


(AGA)

Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el

Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el

22 minutes Ago

Anang mengakui keterlibatannya dalam kasus KTP-el yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun it…

BERITA LAINNYA