Polri Diminta Tingkatkan Pengawasan di Akpol

Astri Novaria    •    Jumat, 19 May 2017 16:04 WIB
kekerasan
Polri Diminta Tingkatkan Pengawasan di Akpol
Polisi mensosialisasikan penerimaan anggota POLRI (Akpol, SIPSS, Tamtama dan Bintara) kepada masyarakat. Foto: MI/Galih

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri diminta meningkatkan pengawasan di Akademi Kepolisian (Akpol). Hal itu penting agar kekerasan yang dilakukan senior terhadap juniornya tidak terulang.
 
Politikus Partai Golkar Ferdiansyah mengatakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus melakukan evaluasi di sekolah pendidikan kedinasan itu. "Ini harus menjadi koreksi Kapolri, jangan samapai tradisi balas dendam terjadi lagi, seperti senior menyiksa junior," kata Ferdiansyah, di gedung DPR, Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.
 
Dia mengungkapkan, kekerasan di sekolah kedinasaan tidak akan terjadi jika pengawasan dilakukan dengan ketat. "Sudah ada protapnya (prosedur tetap),misalnya ada kesalahan hanya beri pushup. Tinggal pegawasan yang lebih ketat dan hukuman," ujarnya.
 
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN, Muslim Ayub, mengatakan, Komisi III berencana meninjau Akademi Polisi di Semarang pada 24 Mei 2017. Muslim mengatakan, tradisi kekerasan dalam Akpol harus ditinggalkan. Pihaknya meminta Gubernur Akpol bertanggungjawab atas insiden tersebut.
 
"Akan kita tegaskan, jangan ada lagi senior-senior lakukan pemukulan intimidasi terhadap juniornya. Peristiwa ini bukan sekali tetapi ratusan kali. Ini harus kita tindak. Sudah direncanakan 24 Mei, kita akan ke Semarang untuk melihat situasi sebenarnya," katanya.
 
Taruna Akpol, Semarang, Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam tewas. Hasil autopsi jenazah menunjukkan korban meninggal dengan luka di dua paru-parunya. Akibat kejadian itu, Kepolisian Daerah Jawa Tengah sudah memeriksa 21 saksi.
 
 


(FZN)

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

9 minutes Ago

PN Jakarta Selatan mengagendakan sidang perdana gugatan praperadilan Ketua DPR Setya Novanto pa…

BERITA LAINNYA