Gerindra Yakin Elektabilitas Prabowo Meroket Usai Deklarasi

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 12 Mar 2018 16:46 WIB
pilpres 2019
Gerindra Yakin Elektabilitas Prabowo Meroket Usai Deklarasi
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Foto:Medcom.id/Intan Yunelia

Jakarta: Partai Gedrindra tak khawatir elektabilitas Prabowo hanya mampu membuntuti Joko Widodo di sejumlah survei. Gerindra yakin elektabilitas Prabowo akan meningkat usai deklarasi resmi sebagai calon presiden 2019.
 
"Saya kira lihat saja nanti ketika Pak Prabowo sudah dideklarasikan pasti elektabilitasnya langsung naik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 12 Maret 2018.
 
Strateginya, kata Fadli, Gerindra akan menggencarkan komunikasi di tingkat akar rumput agar elektabilitas Prabowo terkerek. Mesin partai akan bergerak usai deklarasi resmi Prabowo.
 
"Ketika nanti ditetapkan sebagai calon maka kita akan genjot komunikasi dan sebagainya," ujar Fadli.

Baca: Gerindra Optimistis Prabowo Menangi Rematch Pilpres

Wakil Ketua DPR itu menilai meroketnya elektabilitas Jokowi adalah hal yang wajar. Posisinya sebagai penguasa memiliki banyak sarana untuk mempromosikan diri. Tindak-tanduk sebagai kepala negara tak luput dari peliputan media.
 
"Jadi saya kira biasa seorang incumbent punya privilege untuk mendapatkan kemudahan, peliputan, dan sebagainya. Jadi wajar ya," ujarnya.
 
Dalam survei Populi Center per Februari 2018, elektabilitas Prabowo Subianto menurun. Tercatat elektabilitas Prabowo hanya berkisar 15,4 persen atau menurun dari survei pada Desember 2017 sebesar 18,9 persen.
 
Sementara, Presiden Joko Widodo masih menempati elektabilitas tertinggi dengan 52,8 persen suara. Meskipun persentase ini menurun dari hasil survei sebelumnya per Desember 2017 sebesar 54,9 persen suara.




(FZN)