Kemendagri Bakal Perkuat Bawaslu dan Panwaslu

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 09 Jan 2018 18:49 WIB
pilkada 2018
Kemendagri Bakal Perkuat Bawaslu dan Panwaslu
Mendagri Tjahjo Kumolo. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Jakarta: Kementerian Dalam Negeri bakal menerjunkan pegawainya di daerah untuk membantu kerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Pengawas Pemilu (Panwaslu). Pasalnya, penyelenggara pemilu, khususnya Bawaslu dan Panwaslu mengalami kekurangan pegawai. 

"Memang masih ada kekurangan staf Bawaslu dan Panwaslu. Sesingkat-singkatnya akan kita atasi, kita ambilkan ASN di daerah," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kantor Bawaslu, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Januari 2018.

Tjahjo menekankan, pihaknya akan mendukung kesiapan Bawaslu sebagai unsur pengawas. Ia akan berkoordinasi dengan kepala daerah terkait untuk mengisi kekurangan staf Bawaslu. 

Politikus PDI Perjuangan itu tak mempermasalahkan kinerja Bawaslu. Ia optimistis Bawaslu siap mengawasi pesta demokrasi.

"Ibarat pasukan perang, komandonya sudah sampai tingkat paling bawah," kata Tjahjo.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono sempat memaparkan tentang kekurangan personel di KPU dan Bawaslu. Ia menganggap itu sebagai praktik pelemahan terhadap penyelenggara pemilu. Sebab, kekurangan pegawai terjadi karena ada penarikan aparatur sipil negara (ASN) oleh Pemda terkait.

"Sejumlah daerah ada yang berusaha melumpuhkan KPU dan Bawaslu dengan cara menarik kembali staf-stafnya dari KPU dan Bawaslu," kata Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono saat rapat persiapan Pilkada 2018 di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin, 8 Januari 2018.

Meski tak menyebutkan nama daerah-daerah itu, Sumarsono menyatakan punya bukti konkret tentang upaya pelemahan ini. Seharusnya, tiap daerah tidak melakukan langkah-langkah seperti itu, apalagi menjelang Pilkada. Mereka wajib mendukung kinerja KPU dan Bawaslu di daerah.

"Jangan mengganggu sekretaris KPU dan Bawaslu dengan cara dipanggil kembali oleh Pemda, dimanfaatkan untuk promosi sebagai Kabag misalnya," imbuh Sumarsono. 



(AZF)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA