Wiranto Ungkap Enak dan Susahnya Pejabat Negara

Dheri Agriesta    •    Rabu, 14 Dec 2016 13:34 WIB
wiranto
Wiranto Ungkap Enak dan Susahnya Pejabat Negara
Menko Polhukam Wiranto. (ANT/Reno Esnir).

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkap enak dan susahnya hidup sebagai pejabat negara. Meski terlihat enak, namun banyak pejabat negara yang tidak bisa menikmati waktu dan sulit mengurus diri sendiri.
 
Hal itu diungkapkan Wiranto saat dirinya memberikan sambutan di acara DKPP Outlook 2017: Evaluasi dan Proyeksi di Hotel Aryaduta. Wiranto minta maaf dan mencurahkan isi hatinya yang terlambat tiba di lokasi acara.
 
Wiranto bersyukur dengan posisi saat ini, sebagai Menko Polhukam, setiap kegiatannya mendapatkan kawalan, sehingga sering terhindar dari macet yang mengular di Jakarta.
 
"Saya ingin laporkan enaknya, pejabat negara itu kalau macet bisa dikawal, jadi enggak macet. Bukan karena apa, tapi karena kepadatan tugas," kata Wiranto di Hotel Aryaduta, Jalan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2016).
 
Wiranto baru saja kembali dari Ancol, Jakarta Utara, menghadiri acara Rakorwas Polri dengan Kompolnas pada pukul 08.00 WIB. Kemacetan Jakarta membuat ia tak bisa tiba tepat waktu di Hotel Aryaduta.
 
Wiranto mengatakan, jika tak dikawal, ia tak akan sampai di Hotel Aryaduta. Ia pun tak bisa memberikan kata sambutan. "Pasti saya terlambat datang, cuma buat makan siang, itu kan enggak sopan," kata dia.
 
Tapi, kata Wiranto, jadi pejabat negara tak selalu enak. Wiranto mencatat, sebagai pejabat negara ia telah kehilangan hak mengatur waktu dan kegiatan sendiri karena kepadatan jadwal dalam sehari.
 
Hal ini berbeda saat ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Hanura. Kegiatan disusun sendiri, tanpa adanya protokoler.
 
"Bahkan sebagai pejabat negara, saya bisa bilang, saya sudah susah mengurusi diri sendiri," kata Wiranto tertawa.
 
Tak sampai di situ, Wiranto juga melempar canda mengenai posisi yang dijabat saat ini. Wiranto menyebut dirinya sebagai pejabat negara yang tak naik pangkat selama 17 tahun.
 
"Tahun 2000 saya Menko Polhukam, sekarang Menko Polhukam lagi. Tapi enggak apa-apa, amanah harus dijalani," kata Wiranto disambut tawa undangan.
 
Menjabat sebagai Menko Polhukam membuat Wiranto akrab dengan demonstrasi. Dulu, saat menjabat di era Presiden BJ Habibie, Wiranto berurusan dengan demonstrasi besar.
 
Kini, tiga bulan menjabat sebagai Menko Polhukam, Wiranto telah bertemu dengan dua aksi besar, aksi damai 4 November dan 2 Desember.
 
"Kadang saya bertanya, ini sebenarnya demonstrasi yang mencari saya apa gimana?" kata Wiranto tertawa.



(FZN)