Waspadai Pudarnya Nilai Luhur Pancasila

eko rahmawanto    •    Jumat, 16 Jun 2017 09:08 WIB
pancasila
Waspadai Pudarnya Nilai Luhur Pancasila
Ilustrasi. Foto: Antara/Prasetia Fauzan

Metrotvnews.com, Bandung: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengingatkan semua elemen bangsa agar menjaga nilai luhur Pancasila sehingga tidak pudar. Selain itu, menjaga rasa saling percaya antaranak bangsa akan menjadikan Indonesia sebagai bangsa serta negara yang besar dan maju.

Hal itu disampaikan Zulkifli saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar di hadapan sekitar 800 orang dari Citizen Journalism Independent (CJI), di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Pemerintah Jawa Barat, kemarin.

Ia menekankan segenap bangsa mesti memahami dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila. Menurut Zulkifli, setiap insan bangsa Indonesia harus memahami dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila.

"Indonesia memiliki nilai-nilai luhur dalam Pancasila, yang sejalan dengan agama, sehingga nilai-nilai luhur Pancasila tidak perlu dipertentangkan," kata dia.

Zulkifli mengkhawatirkan nilai-nilai luhur Pancasila saat ini semakin memudar. Menurut dia, Pancasila menjadi pengikat di antara elemen bangsa Indonesia jika nilai-nilai luhur di dalamnya diterapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

Selain penerapan nilai-nilai luhur Pancasila untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara besar dan maju, Zulkifli menyampaikan pentingnya setiap jiwa bangsa Indonesia memiliki ilmu pengetahuan karena dengan itu dapat menggali berbagai pengetahuan demi kemajuan bangsa dan negara.

Dengan ilmu pengetahuan, kata dia, setiap orang dapat bekerja layak, menduduki jabatan tertentu, termasuk menjadi pemimpin. "Kalau ada bangsa Indonesia yang tidak mau sekolah karena menunggu warisan dari orangtuanya, itu cara pandang yang keliru," kata dia.

Zulkifli menambahkan ilmu pengetahuan saja belum cukup karena ada orang yang cerdas dan berilmu tinggi, tapi belum tentu sukses. "Ilmu pengetahuan saja belum cukup, tapi harus ada tujuan bersama sehingga menghasilkan kepercayaan, yakni saling percaya," ujarnya.

Menurut Zulkifli, rasa saling percaya itu menjadi faktor kedua untuk memajukan bangsa dan negara. Dia berpandangan kondisi bangsa Indonesia saat ini rasa saling percaya menurun tajam yang tercermin dari seringnya muncul pernyataan saling mengumpat di antara kelompok masyarakat.

Tangkal radikalisme

Di Bengkulu, anggota MPR Anarulita Muchtar menggandeng para aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bengkulu untuk menyosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada para pemuda dan mahasiswa guna menangkal radikalisme di daerah itu.

"Peneguhan kembali nilai-nilai empat pilar kebangsaan menjadi penting untuk menangkal radikalisme yang mulai marak," kata Anarulita di Bengkulu.

Ia menyampaikan, dengan melihat realitas saat ini, generasi muda perlu dibimbing untuk memperkuat nasionalisme sehingga tidak ikut dengan tindakan radikalisme.

Komandan Korem 041 Garuda Emas Bengkulu Kolonel Inf Agung Pambudi yang hadir sebagai pembicara mengajak seluruh pemuda dan mahasiswa untuk bersama-sama membawa bangsa ini menjadi bangsa besar dan maju.

"Pada 28 tahun ke depan saat Indonesia genap 100 tahun, pemuda akan menjadi pemimpin. Kalian yang menentukan mau dibawa ke mana bangsa ini," kata dia. (Ant/P-4)


(UWA)