Polisi Diimbau Hati-hati Menyikapi Laporan Penistaan Agama

   •    Rabu, 06 Feb 2019 14:31 WIB
keagamaanpoligamitoleransi beragama
Polisi Diimbau Hati-hati Menyikapi Laporan Penistaan Agama
Pengamat politik dari President University Muhammad A. S. Hikam. Foto: MI/Irfan.

Jakarta: Polisi diminta hati-hati menangani laporan yang banyak terjadi menjelang Pilpres 2019. Utamanya, laporan dugaan penistaan agama dan pencemaran nama baik.

Kehati-hatian perlu dilakukan agar kasus dugaan penistaan agama tidak dianggap sebagai ‘abuse of power’. Hal ini diungkapkan pengamat politik dari President University Muhammad A. S. Hikam menyikapi maraknya aksi saling lapor yang mengatasnamakan agama.

"Penggunaan istilah penistaan terhadap agama saya kira harus direspons secara hati-hati oleh aparat penegak hukum untuk menghindari `abuse of power` dan kesewenang-wenangan," kata Hikam, Rabu,6 Februari 2019.
 
Terkait laporan Persatuan Alumni (PA) 212 yang melaporkan Partai Solidaritas Indonesia ke Bareskrim Polri terkait poligami yang dianggap bertentangan dengan syariat Islam, Hikam menjawab sikap PSI itu merupakan bagian dari platform parpol yang berlaku untuk internal partai.

"Selama tidak bertentangan dengan aturan, sikap PSI seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. Platform politik PSI yang melarang kadernya poligami dianggap partai tersebut penting untuk diperjuangkan. Saya melihatnya bukan suatu penghinaan atau penistaan terhadap agama tertentu," ujarnya.

Menurutnya, pihak pihak yang tidak setuju dengan sikap PSI bisa menyampaikan aspirasinya dengan menerbitkan platform yang kontra. Namun harus melalui aturan yang sesuai.

"Pihak yang tak setuju dengan platform parpol tentu dijamin haknya untuk menolak dan bisa meng-counter dengan platform lain yang berlawanan. Tentu pihak yang menolak harus mengikuti aturan yang berlaku," tegasnya.

Baca: Komnas Perempuan: Islam Tak Menganjurkan Poligami

Hikam berharap, penegak hukum berhati hati dalam menangani laporan tersebut. Mengingat saat ini proses kampanye Pemilu 2019 tengah berlangsung.

Seperti diketahui, Persatuan Alumni (PA) 212 melaporkan Partai Solidaritas Indonesia ke Bareskrim Polri. PSI melalui Ketua Umumnya Grace Natalie dilaporkan karena diduga menentang syariat Islam dengan melarang kadernya berpoligami.

"Dilarang umat Islam menghujat apalagi melarang syariat yang di Indonesia dilindungi oleh Pancasila. Pernyataan Grace Natalie ini telah menyinggung Pancasila, menyinggung agama, menyinggung unsur golongan, melakukan hatespeech secara terbuka di media elektronik," ujar Sekjen Koordinator Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin di Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 4 Fabruari 2019.


(FZN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA