Din Syamsuddin: Keputusan Trump Mematikan Proses Perdamaian

Ilham wibowo    •    Kamis, 07 Dec 2017 12:14 WIB
palestina israel
Din Syamsuddin: Keputusan Trump Mematikan Proses Perdamaian
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin. Foto: Antara/Puspa Perwitasari.

Jakarta: Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) Din Syamsuddin mengecam keras keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai  ibu kota Israel. Keputusan itu dianggap sebagai bentuk agresi, provokasi, dan radikalisme yang nyata.

"Keputusan tersebut jelas akan mematikan proses perdamaian yang telah berlangsung lama dan akan mendorong radikalisasi di kalangan umat Islam sebagai reaksi terhadap radikalisme dan ketidakadilan global yang diciptakan AS," kata Din melalui keterangan tertulis, Kamis, 7 Desember 2017.  

Din menganggap Presiden Trump punya manuver pribadi yang tak peduli dengan konflik antara Israel dan Palestina. Konflik tersebut, kata dia, semestinya disikapi secara berkeadilan.

Menurut dia, Yerusalem sebaiknya dibagi dua. Yerusalem Timur untuk Palestina dan Yerusalem Barat untuk Israel. Atau, Yerusalem dijadikan sebagai kota suci internasional bagi pemeluk tiga agama samawi: Yahudi, Kristen, dan Islam. 

"Keputusan tersebut membuka dan membuktikan kedok standar ganda AS selama ini yang tidak bersungguh-sungguh menyelesaikan konflik Israel-Palestina secara berkeadikan," ujar dia. 

Baca: Jokowi: Pengakuan Sepihak AS Guncang Keamanan Dunia

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini meminta Indonesia mendesak keputusan AS itu dicabut. Berbagai upaya bisa dilakukan misalnya menyuarakan dorongan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). 

"Mendesak Presiden Donald Trump untuk mencabut keputusannya. Juga mendesak OKI untuk melakukan langkah politik dan diplomatik untuk membatalkan atau mengabaikan keputusan tersebut," pungkas dia.  





(OGI)

Dua Anak Novanto bakal Kembali Dipanggil KPK

Dua Anak Novanto bakal Kembali Dipanggil KPK

16 minutes Ago

Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang S…

BERITA LAINNYA