Komisi V Minta Kebijakan Tarif Bagasi Pesawat Dibatalkan

Whisnu Mardiansyah    •    Sabtu, 02 Feb 2019 09:47 WIB
penerbangan
Komisi V Minta Kebijakan Tarif Bagasi Pesawat Dibatalkan
Sebuah pesawat bersiap tinggal landas sementara pesawat lainnya sedang mengisi bahan bakar dan mengosongkan bagasi di Bandara Internasional Minang, Sumatera Barat. Foto: MI/Panca Syurkani.

Jakarta: Anggota Komisi V DPR Intan Fauzi meminta pemerintah mengkaji ulang penerapan tarif bagasi di pesawat berbiaya murah (low cost carrier). Kebijakan ini menyulitkan masyarakat kelas menengah yang sangat terbantu mobilitasnya selama ini dengan maskapai berbiaya murah. 

“Masyarakat resah dengan kebijakan ini. Kami meminta pemerintah untuk membatalkan penerapan bagasi berbayar ini,” kata Intan di Jakarta, Jumat 1 Februari 2019.

Menurut dia, penerapan tarif bagasi berbayar belum tepat diterapkan saat ini. Pasalnya, daya beli masyarakat dianggap sedang menurun. 

Kebijakan ini bisa menimbulkan efek domino. Salah satunya sektor pariwisata nasional. Hal ini mengingat para pelancong mengandalkan penerbangan berbiaya murah untuk berlibur. 

“Saya kira kebijakan bagasi berbayar sebagai bentuk disinsentif bagi industri pariwisata. Bagasi pesawat berbayar juga bisa mengganggu pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” jelas dia. 

Baca: Penerapan Tarif Bagasi Berpotensi Ciptakan Inflasi

Ia memahami maskapai penerbangan perlu menutup biaya operasional di tengah tingginya harga avtur dunia. Ini pun menjadi tugas pemerintah menekan harga avtur sehingga maskapai tak perlu membebani masyakarat dengan penerapan tarif bagasi. 

“Saya kira, perlu koordinasi dengan Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) kenapa harga avtur kita lebih mahal dibanding negara lain. Jangan sampai beban biaya ini ditimpakan kepada rakyat,” tutur dia.





(OGI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA