Indonesia-Turki Bahas Komprehensif Kerja Sama Pertahanan

   •    Sabtu, 09 Feb 2019 19:17 WIB
pertahanan keamanan
Indonesia-Turki Bahas Komprehensif Kerja Sama Pertahanan
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (depan kanan). Foto: Istimewa

Jakarta: Indonesia dan Turki tengah membahas secara komprehensif kerja sama di bidang pertahanan. Ini ditandai dengan penyusunan Defence Cooperation Agreement (DCA) yang dibahas Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemhan) dan Kementerian Nasional Turki.

"DCA akan menjadi payung hukum kerja sama komprehensif di bidang pertahanan bagi kedua negara," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, seperti dilansir Antara, Sabtu, 9 Februari 2019.

Ryamizard berkunjung ke Ankara, Turki, pada 7 hingga 8 Februari 2019. Lawatannya disambut oleh Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar.

Ryamizard menekankan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Turki sangat penting. Apalagi kedua negara berpenduduk mayoritas muslim dan merupakan negara demokrasi modern. Menurutnya, hubungan diplomatik kedua negara punya perjalanan panjang dan telah dibangun sejak lama.

"Indonesia memiliki duta besar di Ankara, begitu juga Turki memiliki duta besar di Jakarta dan konsulat kehormatan di Medan sejak Mei 1996. Kedua negara merupakan anggota penuh World Trade Organization (WTO), Organisation of Islamic Cooperation (OIC), dan negara G-20 ekonomi utama," kata Ryamizard.

Baca: RI-Turki Sepakat Tingkatkan Upaya Lawan Terorisme

Sebelumnya, kata Ryamizard, Indonesia dan Turki telah memiliki dokumen perjanjian kerja sama industri pertahanan yang ditandatangani di Ankara pada 29 Juni 2010. Kedua menhan juga sepakat soal draf persetujuan kerja sama pertahanan.

"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal yang baik bagi kedua pihak. Dengan kerja sama dan komunikasi kedua pihak, semoga dalam waktu dekat dapat ditandatangani," katanya.

Industri pertahanan

Dalam lawatan ini, Ryamizard juga bertemu dengan President of Defence Industries Turki, Ismail Demil. Organisasi yang dipimpin Ismail serupa dengan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), organisasi yang berada langsung di bawah presiden, yang menangani industri pertahanan.

Kepada Ismail, Ryamizard berharap kedua negara berkolaborasi dalam mengembangkan industri pertahanan. Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Turki semakin diperkuat dengan adanya kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Ankara pada Juli 2017.

Selain agreement di bidang ekonomi dan perdagangan, juga disepakati peningkatan kerja sama di bidang kedirgantaraan dan komunikasi.

Terkait dengan kerja sama industri persenjataan dan pertahanan, Indonesia mengapresiasi komitmen kuat Menhan Turki dalam mendukung kerja sama bidang industri pertahanan, baik yang dilakukan dalam kerangka pemerintah-pemerintah (government to government) maupun bisnis-bisnis (business to business). Sebagai contoh adalah keberhasilan kerja sama produksi medium tank Kaplan/Harimau.

Menyadari banyaknya kesamaan dalam mencermati isu-isu keamanan global dan regional, Indonesia menyambut baik komitmen Pemerintah Turki menguatkan hubungan pertahanan dengan Indonesia. Terutama dalam mendukung perdamaian dan keamanan internasional serta kerja sama pemberantasan terorisme.

Kemhan RI menyampaikan apresiasi atas partisipasi kemhan dan industri pertahanan Turki dalam Indo Defence 2018 di Jakarta. Ryamizard berharap kegiatan tersebut dapat semakin mempererat kerja sama bilateral pertahanan antarkedua negara di masa mendatang.





(UWA)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA