Koopssusgab Diterjunkan Jika Polri tak Sanggup

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 18 May 2018 19:01 WIB
terorismeTeror Bom di SurabayaTeror di Mapolda Riaupenggerebekan di tangerangTangkal Radikalisme
Koopssusgab Diterjunkan Jika Polri tak Sanggup
Presiden Jokowi. Foto: Antara/Adeng Bustomi.

Jakarta: Pemerintah akan menurunkan komando pasukan khusus gabungan (Koopssusgab) untuk membantu Polri menanggulangi aksi terorisme. Namun, pasukan elite itu hanya turun jika kasus yang dihadapi di luar kemampuan Polri.
 
"Komando pasukan khusus gabungan yang berasal dari Kopassus, Marinir Paskas dalam rangka beri rasa aman pada rakyat. Tapi dengan catatan itu dilakukan apabila situasi sudah di luar kapasitas Polri," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018.
 
Jokowi menegaskan, pemerintah mengedepankan tindakan preventif ketimbang represif. Keterlibatan Koopssusgab yang berisikan pasukan elite dari prajurit terbaik di TNI tak diutamakan dalam pemberantasan terorisme.
 
"Langkah preventif paling baik adalah bagaimana kita membersihkan lembaga pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA, PT dan ruang publik di tempat umum dari ajaran ideologi yang sesat yaitu terorisme," ujar dia.

Baca: Peran Koopssusgab tak Tumpang Tindih dengan Satuan Lain

Selain Koopssusgab, pemerintah juga berupaya menyelesaikan revisi Undang-undang tentang Tindak Pidana Terorisme. "Pemerintah dengan DPR berusaha sekuat tenaga agar UU Terorisme kita rampungkan," kata Jokowi.
 




(FZN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA