Kemendikbud Diminta Munculkan Ide Jangka Panjang

Dheri Agriesta    •    Senin, 28 Nov 2016 15:14 WIB
ujian nasional
Kemendikbud Diminta Munculkan Ide Jangka Panjang
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/MTVN/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memunculkan ide jangka panjang untuk permasalahan pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru, Muhadjir Effendy diminta tak asal membongkar kebijakan menteri lama.

Tren ganti menteri ganti kebijakan disarankan tak diulang di era Muhadjir. "Bikin yang agak jangka panjang basisnya adalah UU Sistem Pendidikan Nasional," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2016).

Kebijakan jangka panjang yang dimunculkan pun harus mengacu kepada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Pemerintah jangan terlalu pragmatis dengan mengabaikan UU tersebut dalam menyusun kebijakan.

Apalagi, pendidikan pasti terkait jiwa, raga, dan akal masyarakat Indonesia. Apabila terus digonta-ganti, kebijakan diyakini merepotkan banyak pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.

Rencana jangka panjang juga diyakini membuat pendidikan Indonesia memiliki karakter. "Kayak gini ini kan kayak enggak ada karakter gitu. Rubah lagi rubah lagi, jadi apa Indonesia ini nanti," jelas Fahri.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy telah bertemu Presiden Joko Widodo dan berbicara tentang penangguhan UN. Menurut Muhadjir, Presiden Jokowi menyetuji wacana tersebut.

Pelaksanaan moratorium tinggal menunggu penerbitan instruksi presiden. Saat ini, kata Muhadjir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah merampungkan persiapan moratorium UN.

Muhadjir telah mengumpulkan kepala dinas provinsi pendidikan se-Indonesia untuk menjelaskan hal ini secara teknis. Rencana ini ditargetkan terealisasi 2017.


(OJE)