Pengisian Ketua DPR tak perlu Menunggu Revisi UU MD3

Media Indonesia    •    Rabu, 10 Jan 2018 06:57 WIB
partai golkarpergantian ketua dpr
Pengisian Ketua DPR tak perlu Menunggu Revisi UU MD3
Anggota DPR Fraksi NasDem Johnny G Plate - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Fraksi Partai Golkar diimbau segera mengirimkan nama Ketua baru DPR pekan ini. Pengajuan nama pengganti Setya Novanto itu tidak perlu menunggu revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).

"Apa hubungannya antara mengisi jabatan Ketua DPR saat ini dan revisi UU MD3? Tidak ada hubungannya," kata Anggota DPR Fraksi Partai NasDem Johnny G Plate dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 10 Januari 2018. 

Johnny menuturkan revisi UU MD3 sebaiknya dilakukan secara komprehensif. Bukan untuk mengakomodasi kepentingan pihak-pihak tertentu.

"Revisi pragmatis perlu argumentasi kuat apa yang melandasi itu. Kalau argumentasinya lemah, justru akan berimplikasi pada kredibilitas DPR," ujar dia. 

Hal senada diungkapkan anggota DPR dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid. "Pengisian posisi Ketua DPR tidak harus menunggu revisi UU MD3. Kalau tetap direvisi, harus menampung aspirasi semua fraksi. Pengisian Ketua DPR tidak harus menunggu revisi UU MD3," tutur dia. 

(Baca juga: Fadli Zon Sebut tak Ada Durasi Sodorkan Pengganti Novanto)

Sebelumnya, Fraksi Golkar menyatakan akan mengirimkan nama Ketua baru DPR setelah parlemen merevisi UU MD3 terkait dengan penambahan kursi pimpinan DPR untuk Fraksi PDI Perjuangan.

"Kami di Golkar menunggu penyelesaian (revisi) UU MD3, khususnya yang menyangkut penambahan pimpinan DPR yang berasal dari Fraksi PDIP. Menurut kami, (revisi) itu tidak lama," kata anggota DPR dari Fraksi Golkar, Zainudin Amali, di kompleks parlemen. 

Amali menjamin poin yang akan direvisi hanya terkait dengan penambahan kursi pimpinan bagi Fraksi PDIP. "Sebelum ada revisi UU MD3, sudah ada kesepahaman di antara fraksi bahwa revisi ini ditujukan memberikan tambahan pimpinan kepada PDIP. Kalau hanya itu, minggu ini (UU MD3) dibahas di Baleg. Kemudian minggu depan diharapkan calon Ketua DPR dari Fraksi Golkar sudah disampaikan kepada pimpinan (DPR)." pungkas dia. 

(Baca juga: Fahri Sebut Jabatan Ketua DPR tak Boleh Terlalu Lama Plt)


 


(REN)