Survei: 41,4 Persen Masyarakat tak Ingin Reshuffle

Renatha Swasty    •    Kamis, 02 Nov 2017 14:24 WIB
reshuffle kabinet
Survei: 41,4 Persen Masyarakat tak Ingin <i>Reshuffle</i>
Presiden Joko Widodo saat sidang kabinet paripurna di Istana Bogor. Foto: MI/Panca Syurkani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 41,4 persen masyarakat Indonesia menilai tidak perlu ada reshuffle Kabinet Kerja jilid III. Mereka menilai kinerja para menteri sudah baik.

"35,8 persen masyarakat Indoensia cenderung tidak tahu saat diberi pertanyaan seputar perlu tidaknya reshuffle kabinet. Sementara itu, 41,4 persen merasa bahwa reshuffle kabinet belum perlu dan tidak perlu dilakukan," kata Direktur Populi Center Usep S. Ahyar saat memaparkan hasil survei di kantornya, Jakarta Barat, Kamis, 2 November 2017.

Menurut dia, masyarakat menilai pekerjaan menteri-menteri Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah baik. Terlebih, kata dia, ada 10 menteri yang dinilai paling baik oleh masyarakat. 

Kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dianggap sudah baik. Begitu pula dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

"Susi dinilai paling berprestasi dengan dipilih 37,9 persen. Khofifah dipilih 8,2 persen dan Sri Mulyani dipilih 7,1 persen," tutur Usep.

Usep memahami reshuffle tidak dapat dihindarkan karena Khofifah bakal bertarung dalam pilgub Jawa Timur. Ini, kata dia, bisa jadi nilai plus buat Khofifah.

"Kerja Bu Susi, Khofifah, Sri Mulyani, tiga srikandi. Kebijakannya dalam memimpin sangat baik sehingga dalam konteks Bu Khofifah mau mengusung pilgub Jatim satu modal yang sangat menguntungkan. Dia juga memimpin organisasi besar," tutur dia.

Sementara itu, survei Populi Center diselenggarakan pada periode waktu 19-26 Oktober 2017 di 34 provinsi. Survei dibuat untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang kinerja pemerintahan Jokowi-JK selama tiga tahun.

Jajak pendapat dilakukan melalui metode wawancara tatap muka pada 1.200 responden.  Survei itu diklaim memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,8 persen. 



(OGI)