Kemendikbud Bakal Identifikasi Masalah di Program 5 Hari Sekolah

Intan fauzi    •    Selasa, 20 Jun 2017 16:33 WIB
pendidikan
Kemendikbud Bakal Identifikasi Masalah di Program 5 Hari Sekolah
Ilustrasi--MI/ROMMY PUJIANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merespon keinginan Presiden Joko Widodo menampung aspirasi, terkait Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Disadari, tak semua sekolah dapat langsung menerapkan aturan itu.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad memastikan, penerapan program ini akan bertahap. Kemendikbud perlu memeriksa masalah yang membuat sekolah kesulitan menerapkan aturan lima hari sekolah.

Baca: Full Day School Dinilai Sesuai Komitmen Pemerintahan Jokowi-JK

Misalnya, tambah Hamid, soal sumber daya manusia dan akses transportasi siswa. Sebab dari 215 ribu sekolah, hanya 9.830 sekolah yang sudah siap.

"Jadi kita identifikasi sekolah mana saja yang bisa jalan dan yang tidak," kata Hamid di Gedung Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa 19 Juni 2017.

Baca: Perpres Bakal Perkuat Aturan Hari Sekolah

Ia mengusulkan, bagi sekolah yang masih memiliki keterbatasan gedung dapat memanfaatkan ruang serbaguna dan musala untuk program penguatan karakter (p2k).

Kemendikbud bakal memastikan sekolah memiliki akses transportasi yang baik. Terutama, akses transportasi saat pulang sekolah agar siswa tidak sampai pulang malam. "Besok kita tambahkan syarat-syarat semacam ini," ucap dia.

Permendikbud No. 23 Tahun 2017 bakal diperkuat oleh Peraturan Presiden (Perpres). Pembahasan Perpres bakal mengakomodir masukan-masukan dari berbagai elemen masyarakat.

"Kami sebenarnya berharap dari pengelola madrasah bisa memberikan masukan seperti apa nanti kalau diangkat jadi Perpres dan skemanya masih sama," kata Hamid.


(YDH)