Istana: Reshuffle tak Tergantung Ramainya Rumor

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 17 Jul 2017 14:54 WIB
reshuffle kabinet
Istana: <i>Reshuffle</i> tak Tergantung Ramainya Rumor
Juru bicara Kepresidenan Johan Budi/MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Istana Kepresiden menegaskan keputusan perombakan kabinet atau reshuffle ada di tangan Presiden Joko Widodo. Reshuffle tak akan terjadi karena komentar partai politik.

"Untuk melakukan reshuffle atau tidak, dalam hal ini hanya presiden yang tahu. Tidak bergantung pada sejauh mana ramainya rumor atau komentarnya partai pendukung, maupun partai yang tidak mendukung," kata juru bicara Kepresidenan Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 17 Juli 2017.

Menurut Johan, dasar perombakan menteri ada pada kinerja masing-masing. Presiden pula yang berhak menilai kinerja pembantunya.

Johan menjelaskan, Presiden pasti memiliki ukuran pengukur baik atau tidaknya performa menteri. "Selain ukuran teknis, tentunya Presiden mendapatkan laporan di lapangan," ujar dia.

Lagi pula, kata dia, Presiden pekan lalu sudah menyampaikan reshuffle belum akan dilakukan. Namun, ia tak tahu pasti apakah dalam pekan ini Presiden bakal merombak susunan pembantunya.

"Pekan lalu tidak ada reshuffle kabinet. Kalau pekan ini gimana? Gitu kan pertanyaannya. Kalau pekan ini, kita tunggu sampai pekan ini. Kalau pekan ini habis, pekan depan," ujar bekas juru bicara KPK itu.

Isu reshuffle belakangan kembali mencuat. Sederat nama menteri diisukan bakal digeser maupun dicopot.

Isu yang berkembang menyebut salah satu menteri yang bakal lengser ialah Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur. Isu pencopotan Asman kemudian ditanggapi PAN, partai tempat Asman bernaung. Setidaknya, PAN bakal mempertanyakan posisi mereka sebagai koalisi pemerintah.

Di lain pihak, pentolan PPP Romahurmuziy menduga perombakan dilakukan karena ada parpol pendukung pemerintah yang dinilai tak solid. Isu pun dihubungkan dengan pembahasan RUU Pemilu yang hingga kini masih digodok Parlemen.

Sementara Presiden PKS Sohibul Iman menegaskan hal terpenting dari reshuffle bukan lah mengganti menteri, namun memperbaiki manajemen pemerintahan. Ia menyebut, siapa pun yang mengisi pos kabinet tak akan membawa kemajuan selama manajemen tak tertata. Namun, Sohibul menyadari reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden.


(OJE)